Filolog Asal Bali Puji Pemkot Mojokerto Bangkitkan Spirit of Majapahit

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 22:31 WIB
Filolog Naskah Lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus mengapresiasi Pemerintah Kota Mojokerto atas upayanya dalam membangkitkan kembali Spirit Of Majapahit. Menurutnya, slogan tersebut berhasil diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur Kota Mojokerto.
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Filolog Naskah Lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus mengapresiasi Pemerintah Kota Mojokerto atas upayanya dalam membangkitkan kembali Spirit Of Majapahit. Menurutnya, slogan tersebut berhasil diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur Kota Mojokerto.

"Sehingga ini bukan hanya sekedar slogan semata, tapi implementasinya memang nyata," ujar Sugi dalam keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Saat berdialog dengan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, pria asal Bali ini menyebut Walkot serius dalam membangun Kota Mojokerto sebagai kota yang berbasis sejarah Majapahit. Salah satunya lewat pembangunan gapura di kantor-kantor pemerintahan, pusat perekonomian, alun-alun, Taman Bahari Majapahit, dan Kolam Pemandian Sekar Sari dengan Menara Tribuana Tungga Dewi yang saat ini tengah dibangun.

Menurutnya, meski tidak memiliki situs sejarah, namun Kota Mojokerto tetap bisa menjadi kota pariwisata berbasis sejarah Majapahit dengan menerapkan storynomic tourism.

"Yaitu pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan menggunakan kekuatan budaya sebagai inti destinasi wisata," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan konsep storynomic tourism dalam pariwisata di Kota Mojokerto rencananya akan dituangkan dalam museum yang akan dibangun di area wisata bahari mojopahit, di area rejoto Kota Mojokerto bagian barat dengan mengedepankan digital teknologi.

"Kita ingin semua bisa memahami sejarah tentang Majapahit, khususnya anak-anak Kota Mojokerto, kalau hanya sekedar membaca buku mungkin akan cepat bosan tetapi jika dituangkan dalam bentuk yang lebih kekinian itu akan lebih menarik," katanya.

Lebih lanjut, terkait perkembangan ekonomi kreatif, wanita yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan ekonomi kreatif adalah support system dari pariwisata. "Kemarin kita juga mendapatkan tawaran dari Mbok Niluh sebuah program magang untuk pengembangan produk sepatu terutama yang berciri khas etnik dan produk yang mengangkat tema heritage," tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan dialog tersebut berlangsung di Ruang Sabha Pambojana Rumah Rakyat pada Minggu (12/9) lalu. Acara yang berlangsung santai namun syarat ide tersebut dimoderatori oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Rofiq Ripto Himawan yang dihadiri desainer bertaraf internasional serta pemerhati UMKM, Niluh Djelantik.

(akd/ega)