Rumah Dinas Walkot Mojokerto Disulap Jadi Pameran Topeng Panji

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 14:53 WIB
Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Disulap Jadi Pameran Topeng Panji
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari disulap menjadi pameran budaya yang memajang puluhan topeng panji koleksi dari Museum Gubug Wayang Mojokerto. Dia mengatakan pameran ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan warisan budaya yang ada di zaman Majapahit.

"Ini menjadi kewajiban kita untuk bisa melestarikan kebudayaan Panji yang sudah di akui dunia. Maka dari itu Kota Mojokerto sebagai bumi majapahit akan berkomitmen tinggi untuk melestarikannya. Sebab Panji adalah sebuah kisah abadi yang lestari hingga masa kini maupun masa yang akan datang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).

Dia menjelaskan cerita-cerita Panji sempat populer di era Majapahit, bahkan mendapat posisi didaktik yang tinggi. Sehingga tidak heran banyak relief candi yang terinspirasi dari kisah-kisah tersebut, di samping cerita dari India, seperti Ramayana dan Mahabharata.

"Ini bukan hanya klaim sepihak, tapi memang fakta berdasarkan catatan sejarah. Dan itu dibuktikan dari peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit yang memiliki korelasi erat dengan cerita maupun budaya panji," terangnya.

Menurutnya, pameran ini merupakan langkah awal menjaga warisan cerita Panji, sekaligus mendeklarasikan kebangkitan budaya Panji di Bumi Majapahit. Mengingat naskah manuskrip cerita Panji telah masuk ke dalam Warisan Ingatan Dunia UNESCO pada tahun 2017 silam.

"Kota Mojokerto menjadi bagian dari sejarah Bumi Majapahit. Sehingga jika nanti ada event tentang Budaya Panji maka Kota Mojokerto siap ikut aktif dalam pengembangannya," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam rangka memperingati Bulan Panji pihaknya akan menggelar lomba mural serta pagelaran pada September ini. Selain itu, menurutnya Pemkot Mojokerto juga menggandeng Bank Indonesia serta instansi terkait untuk melakukan sarasehan budaya panji.

"Harapan kita, Festival Panji International bisa terselenggara di Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit. Karena Kerajaan Majapahit punya andil besar menyebarkan dan mempopulerkan cerita panji ini hingga ke mancanegara. Sehingga akhirnya diakui sebagai warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO," katanya.

Dikatakannya, Spirit of Majapahit akan menjadi kekuatan yang terus diusung selama masa kepemimpinannya. Pasalnya image Kota Mojokerto sangat lekat dengan Kerajaan Majapahit.

"Ini sebagai 'little of miracle', sebuah keajaiban kecil dari Mojokerto. Kekuatan merek yang akan dibangun untuk destinasi wisata. Ke depan, kami terus membangun keunggulan kompetitif daerah sebagai aktor penggerak bisnis," katanya.

Ia berharap lewat Spirit of Majapahit bisa mengajak masyarakat untuk sama-sama memaknai sejarah Kerajaan Majapahit, sehingga kejayaannya terus bersinar di masa kini dan masa yang akan datang. Meski Mojokerto Raya memiliki potensi yang besar, namun menurutnya diperlukan kerja sama antara berbagai pihak. Baik kabupaten maupun kota dinilainya perlu menjalin sinergi yang baik.

"Bukan Terjebak pada kabupaten atau kota. Tapi Kabupaten dan Kota yang menjadi satu kesatuan. Sehingga seluruh sektor dan kekuatan terbaiknya memerlukan sinergi dan kolaborasi," tukasnya.

Untuk diketahui, topeng yang dipajang pada etalase kaca tersebut, di antaranya topeng Dewi Ragil Kuning, Kudapati, Panji Inu Kertapati, Dewi Tejaswari, Bapang, Raja Klana, Ratu Jawa, Dewi Kilisuci, Dewi Sekartaji, Asmarabangun, Dewi Reni dan Gunung Sari. Selain itu ada juga patung dari karakter tokoh pewayangan dalam lingkup budaya panji ini.

(akd/ega)