KPK Lelang Mobil Toyota Camry-Innova dari Kasus Korupsi Mafia Anggaran

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 14:31 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK akan melelang mobil Toyota Camry dan Toyota Innova dari kasus suap dana perimbangan daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019 Sukiman dan mantan Bupati Labura, Khairuddin Syah alias Buyung. Kedua mobil tersebut akan dilelang pada 15 September 2021.

Dikutip dari situs resmi KPK, pelelangan itu berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 4794 K/Pid.Sus/2020 tanggal 23 Desember 2020 jo Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Mobil Camry 2.5 L warna hitam tahun 2014 itu akan dilelang dengan harga limit Rp 185.562.000, dengan uang jaminan Rp 60 juta serta kelengkapan STNK dan BPKB. Sementara untuk mobil Innova 2.4 AT warna hitam metalik keluaran 2017 dilelang dengan harga limit Rp 286.623.000 dengan uang jaminan Rp 80 juta, serta kelengkapan STNK dan BPKB.

Pelelangan akan dilakukan secara closed bidding melalui situs www.lelang.go.id. Lelang akan dimulai pada Rabu (15/8/2021), dengan batas akhir penawaran pukul 09.30 WIB. Sementara, tempat pelaksanaan lelang dilaksanakan setelah batas akhir penawaran di KPKNL Tangerang I, Jalan Taman Makan Pahlawan Taruna, Kota Tangerang.

Dalam pusaran korupsi ini, KPK lebih dulu menangkap dan menahan anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), eks pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, Ahmad Ghiast (kontraktor), anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019 Sukiman, Pelaksana Tugas dan Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua, Natan Pasomba, hingga Budi Budiman.

Pada pengembangan kasus, KPK kembali menetapkan Khairuddin Syah alias Buyung dan mantan Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi ini. Khairuddin menjadi terdakwa penyuap Yaya Purnomo.

Sehari berselang saat itu, KPK juga telah menetapkan mantan anggota DPR Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz dan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura Agusman Sinaga sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan pengembangan kasus.

Dalam kasus ini, mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Kharuddin Syah Sitorus alias Haji Buyung, divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan. Dia dinyatakan bersalah memberi suap.

Putusan dibacakan dari ruang Cakra 2, PN Medan pada Kamis (8/4). Sementara terdakwa berada di ruang tahanannya.

"Menyatakan terdakwa H Kharuddin Syah alias Haji Buyung telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ucap hakim saat membacakan vonis.

Kharuddin dinilai bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana selama 1 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," sebut hakim.

Lihat juga video 'KPK Ungkap Harta Pejabat Rata-rata Tambah Rp 1 M Selama Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/yld)