Gubsu Minta Pemko Binjai Tak Tarik Pajak Jutaan ke Pedagang Bakso-Pecal

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 14:18 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad/detikcom)

"Terkejut. Kalau segitu pajaknya, mending saya tutup. Benar, bagus saya tutup," ucap Handoko saat dihubungi, Sabtu (28/8).

Handoko mengatakan pajaknya itu kemudian diputihkan. Hal itu diketahui setelah di datang ke acara yang diselenggarakan BPKAD.

"Kemarin kita sudah ke GOR memenuhi panggilan mereka (pihak BPKAD). Di situ dijelaskan, katanya diputihkan bagi yang datang. Bagi yang tidak datang, katanya setuju dengan pajak itu," kata Handoko.

Selain tukang bakso, tukang pecal di Binjai juga ada yang dipungut pajak tinggi oleh Pemko Binjai. Tukang pecal itu dipungut Rp 3 juta.

"Jumlah tagihan Rp 3 juta, berarti satu hari Rp 100 ribu," kata pedagang pecal bernama Nur, Rabu (8/9).

BPKAD kemudian menjelaskan terkait dua hal ini. BPKAD mengatakan tagihan pajak yang mereka lakukan ini sudah berdasarkan hasil survei.

"Tagihan yang kami sampaikan itu telah didahului dengan hasil survei. Tentu surveinya terbatas dengan sumber daya yang kami miliki," ucap Kepala BPKAD Kota Binjai Affan Siregar.

Affan mengatakan tagihan yang disampaikan melalui surat itu bukan merupakan ketetapan. Pihak pemilik tempat usaha dapat memberikan klarifikasi jika pajak yang ditagihkan tidak sesuai dengan penghasilan warungnya.

"Surat tagihan kami itu bukan harga mati, itu hanya informasi yang dapat diklarifikasi. Kalau pemilik restoran merasa itu terlalu besar, tentu dapat diklasifikasi dengan mengisi formulir. Berapa yang seharusnya yang layak," ucap Affan.


(haf/haf)