ADVERTISEMENT

3 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Kembali Teridentifikasi

Firda Cynthia - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 15:15 WIB
Tim DVI kembali identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang (Foto: Firda/detikcom)
Tim DVI kembali identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Firda/detikcom)
Jakarta -

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri masih melanjutkan proses identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. Hari ini, tim DVI kembali mengidentifikasi tiga jenazah.

"Pada hari ini tim telah melakukan rekonsiliasi dan telah berhasil mengidentifikasi tiga korban. Dua korban melalui pencocokan DNA, kemudian satu masih dapat diketahui lewat sidik jari," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Minggu (12/9/2021).

Rusdi menyebutkan identitas ketiga jenazah yang teridentifikasi adalah Hadi Wijoyo (39), Pujiyono alias Destro (28), dan Rocky Purmanna (28).

Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengatakan bahwa jenazah bernama Hadi Wijoyo dengan nomor jenazah 035/PMJ/RSPOL/0026 diidentifikasi berdasarkan data sidik jari dan perbandingan wajah jenazah.

"Berdasarkan pengujian dan pembandingan manual terhadap sidik jari jempol kanan ini adalah sidik jari jempol kanan sebagai saudara Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas. Kami melakukan tes perbandingan wajah, kami menemukan 90 persen kesamaan," kata Hudi dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, dua jenazah lainnya diidentifikasi dengan menggunakan sampel DNA. Kedua jenazah itu bernama Pujiyono alias Destro dan Rocky Purmanna (28).

"Pemeriksaan DNA ini pembandingnya dengan DNA ayahnya atas nama Mundori. Dari pemeriksaan 24 locus ini benar-benar bahwa separuh DNA pada jenazah itu sama persis dengan separuh DNA-nya Bapak Mundori," terang Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko di RS Polri Kramat Jati, Minggu (12/9/2021).

Hal serupa dilakukan terhadap jenazah Rocky Purmanna. Tim DVI mendapat sampel DNA dari ayah dan ibu kandung Purmanna.

"Ini pemeriksaan sampelnya dibandingkan dengan bapak dan ibunya, sehingga lebih bagus lagi. Bapaknya bernama Syafrizal Sani dan ibunya bernama Roslaini. Pemeriksaannya separuh DNA jenazah itu sama dengan bapak dan separuh sama dengan ibunya," lanjutnya.

Hingga saat ini, Tim DVI telah mengidentifikasi sebanyak 10 dari 41 jenazah korban tewas kebakaran maut di Lapas Tangerang pada Rabu (8/9) lalu. Akibat insiden tersebut, sebanyak 45 orang tewas dan 73 menderita luka-luka.

Tonton juga Sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT