Tak Ada Ucapan Selamat Ultah PDIP untuk PD, Bara Rivalitas Terlihat

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 06:46 WIB
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno (Dok Adi Prayitno)
Foto: Adi Prayitno (Dok Adi Prayitno)
Jakarta -

PDI-Perjuangan disorot oleh internal Partai Demokrat lantaran tidak kunjung mengucapkan ulang tahun hari jadi ke-20 Partai Demokrat. Padahal, semua partai termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memberikan video ucapan kepada Partai Demokrat.

Lantas apa sebetulnya yang melatarbelakangi sikap PDIP ini? Direktur Eksekutif

Parameter Politik, Adi Prayitno mencoba menjelaskan maksud dari PDIP ini. Adi menyebut sikap PDIP ini semakin menegaskan ada konflik antara PDIP dan Partai Demokrat.

"Ini semakin menegaskan PDIP dan Demokrat musuh bebuyutan yang sampai saat ini tak kunjung damai. Kedua partai kerap adu gengsi bahkan dalam banyak hal saling menegasi," kata Adi saat dihubungi, Sabtu (11/9/2021).

Adi menyebut perselisihan keduanya juga terbukti dari sikap Sekjen PDIP saat bertemu dengan Sekjen Gerindra yang mengungkit kecurangan Pemilu tahun 2009. Menurutnya sikap PDIP cukup membuktikan ke masyarakat bahwa ada ketidak-mesraan antara kedua partai.

"Bahkan Sekjen PDIP saat bertemu Sekjen Gerindra beberapa waktu lalu juga mengungkit kecurangan Pemilu 2009. Bara rivalitas itu sulit dipadamkan sepertinya. Boleh saja PDIP berdalih secara diplomatis tak ada kewajiban ucapan selamat ultah ke Demokrat, tapi publik tanpa henti selalu mengaitkan peristiwa ini dengan disharmonisasi PDIP dan Demokrat yang sudah mengkarat," ucapnya.

Adi menyebut PDIP dan Partai Demokrat bagaikan minyak dan air yang sulit akur. Hal in, kata dia, bisa berdampak pada rivalitas yang mengeras dan menghilangkan rasionalitas.

"PDIP dan Demokrat bagai minyak dan air yg sulit disatukan. Dari berbagai penjuru mata angin dua partai sulit akur. Bahkan sampai lebaran kuda sekalipun 'perdamain politik' keduanya mustahil terwujud. Dampaknya rivalitas dua partai yang semakin mengeras. Sulit didamaikan. Yang paling dikhawatirkan rivalitasnya menghilangkan rasionalitas, bukan objektifitas. Karena dasarnya rasa tak suka bukan yang lain," ujarnya.

Simak soal awal mula muncul konflik antara PDIP dan Demokrat di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'PD Kubu AHY Akui Geruduk PD Kubu Moeldoko di Tangerang: Sah Saja':

[Gambas:Video 20detik]