Hadapi Bonus Demografi, Menpora Minta Mahasiswa Punya Skill Wirausaha

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 21:54 WIB
Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengapresiasi mengaku Universitas Negeri Padang (UNP) yang telah menempatkan kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib. Sebab, bidang kewirausahaan menjadi salah satu ukuran kemajuan perekonomian suatu bangsa.

"Saya sangat senang dan apresiasi Pak Rektor dan seluruh civitas akademika UNP yang telah menempatkan kuliah kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9/2021).

Hal itu diungkapkannya saat membuka kegiatan Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara virtual, Jumat (10/9). Adapun kuliah bertema 'Strategi Meningkatkan Kapasitas Usaha' ini digelar Kemenpora bersama bersama Universitas Negeri Padang (UNP).

Amali mengatakan pihaknya bekerja sama menggelar kuliah kewirausahaan pemuda dengan berbagai perguruan tinggi. Hal ini sebagai perwujudan mendorong semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat.

"Sebab, kita tahu bahwa salah satu ukuran kemajuan perekonomian suatu bangsa atau kemakmuran suatu masyarakat itu ditunjukkan dengan besarnya persentase dari masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan," ujarnya.

Amali menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari salah satu program prioritas Kemenpora, yakni pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

"Itulah menjadi dasar program-program prioritas kami. Kami menjalankan kegiatan-kegiatan, salah satunya adalah penumbuhan minat wirausaha di kalangan pemuda. Khususnya para mahasiswa yang ada di perguruan tinggi. Mahasiswa harus kita persiapkan dengan benar-benar, selain mereka kita bekali dengan kemampuan akademik tetapi juga harus ada tambahan bekal buat mereka, yakni kemampuan kewirausahaan," katanya.

Amali pun mengingatkan agar para mahasiswa mempersiapkan tantangan bonus demografi sejak dini. Pasalnya, mereka akan berhadapan dengan persaingan yang luar biasa, terlebih untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

"Kalau tidak dipersiapkan para mahasiswa yang nanti akan mengisi saat-saat itu di mana usia produktif akan lebih banyak, yang tadinya kita berharap bonus demografi ini menjadi manfaat buat bangsa ini, buat negeri ini, dia akan berkebalikan menjadi petaka buat negeri ini," jelasnya.

Terkait hal ini, Amali menilai pengetahuan kewirausahaan harus dimiliki mahasiswa sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja usai lulus kuliah.

"Untuk para mahasiswa, harapan saya ikutilah kuliah kewirausahaan pemuda ini walaupun singkat tetapi pasti banyak hal yang anda akan dapatkan dari para narasumber. Sembari anda mengikuti mulai berpikir apa usaha yang anda akan lakukan, tuangkan perencanaannya, buat proposalnya," imbuhnya.

Amali berharap ke depan ada perubahan paradigma dari para mahasiswa dan pemuda untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Dengan demikian, mereka tak lagi berorientasi untuk bekerja di perusahaan swasta, menjadi PNS atau anggota TNI-Polri.

"Saya kira semangat-semangat seperti ini harus kita tumbuhkan. Saat ini menjadi wirausaha itu adalah pilihan terakhir setelah mentok kiri kanan lamaran kerja tidak direspon, tidak mendapatkan lapangan pekerjaan," tukasnya.

Sementara itu, Rektor UNP Ganefri juga mengapresiasi Kemenpora yang sudah bekerja sama melalui kuliah kewirausahaan pemuda.

"Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas program Kemenpora terkait dengan pembinaan pemuda melalui kuliah kewirausahaan pemuda. Kuliah kewirausahaan ini bagian dari implementasi kerjasama Kemenpora dengan UNP," katanya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat diperlukan untuk mempersiapkan pemuda-pemuda yang memiliki keterampilan di usia usia produktif untuk menghadapi bonus demografi.

"Kegiatan ini merupakan salah satu kekuatan bagi kita untuk mengisi bonus demografi yang sebentar lagi akan diperoleh oleh negara ini. Saya kira kegiatan ini sangat diperlukan. Kalau kita tidak bisa mempersiapkan pemuda-pemuda yang terampil tentunya akan menjadi sebuah malapetaka bagi bangsa ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am, Para Wakil Rektor UNP, Dekan dan ratusan mahasiswa UNP selaku peserta kuliah kewirausahaan pemuda.

(ncm/ega)