Soroti Kebakaran Lapas Tangerang, Anggota DPR Usul Sistem Automasi

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 08:24 WIB
Kebakaran Lapas Tangerang
Kebakaran Lapas Tangerang (Foto: dok. Kemenkumham)
Jakarta -

Anggota Komisi III Fraksi PPP Arsul Sani menyoroti jumlah petugas jaga di Lapas Kelas I Tangerang yang jomplang dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Arsul menilai masalah SDM di lapas itu masih menjadi permasalahan saat ini.

"Salah satu persoalan akut lapas itu memang jomplangnya jumlah sipir dengan WBP yang harus dijaga. Dikatakan akut karena ini sudah tahunan," kata Arsul kepada wartawan, Jumat (10/9/2021) malam.

Arsul mengatakan pemerintah harus memodernisasi sistem penjagaan di lapas berbasis teknologi jika tidak menambah SDM. Sehingga semua sistem bisa dilakukan secara otomatis oleh petugas.

"Contoh yang paling bisa diberikan sentuhan teknologi saja adalah sisi pengamanan dan pengawasan. Buka-tutup pintu sel dan blok mestinya tidak lagi manual oleh petugas lapas, tapi perlu automasi yang dikendalikan dengan teknologi dari ruang kontrol," ujarnya.

"Tapi rasanya lapas dengan penggunaan teknologi seperti ini belum ada di Indonesia. Akibatnya kekurangan SDM ini bertahun-tahun tambah parah karena pertambahan WBP seperti deret ukur, sementara pertambahan SDM seperti deret hitung," lanjut Arsul.

Tambahan SDM dari TNI/Polri

Arsul menyarankan perlu juga adanya bantuan dengan institusi lain terkait penjagaan lapas. Hal itu bisa dilakukan untuk menambah daya pengamanan lapas.

"Hemat saya, perlu juga ada sinergi perbantuan dari institusi lain. Misalnya TNI dan Brimob yang bisa diperbantukan untuk menambah pengamanan lapas. Coba kalau di bagian depan dijaga TNI dan Polri, sementara sipir di bagian dalam saja, maka ini juga sudah membantu pengamanan," tuturnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III F-PKB Rano Al Fath. Dia juga menyoroti jumlah petugas di Lapas Tangerang yang tidak sebanding dengan jumlah narapidana.

"Kita harus juga memperhatikan petugas lapas apa sesuai jumlahnya, apalagi dengan lapas yang overkapasitas. Kami berharap bahwa peristiwa ini menjadi catatan serius bagi perbaikan lapas di masa datang. Harus ada skema sehingga lapas ke depan lebih manusiawi," kata Rano saat dihubungi terpisah.

Rano lantas mengusulkan adanya teknologi untuk membuka pintu sel secara otomatis, sehingga pintu sel dapat terbuka dengan cepat jika ada kejadian tak diinginkan.

"Harus mulai ada sistem protap yang baru. Mungkin kalau di luar kan buka sel itu dengan teknologi sekali pencet tombol kebuka, bukan manual seperti sekarang ya, harus menjadi perhatian khusus," ujarnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Tes DNA Permudah Polisi Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

[Gambas:Video 20detik]