Serba-serbi Burung Pipit yang Mati Berjatuhan di Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:37 WIB
Burung pipit jadi salah satu hewan yang paling dicari menjelang Imlek. Meningkatnya permintaan membuat para pedagang mulai gelar lapak berjualan burung pipit.
Ilustrasi burung pipit (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Fenomena burung-burung pipit mati berjatuhan di Gianyar, Bali, bikin geger. Begini serba-serbi soal burung pipit hingga soal kebiasaannya bergerombol.

Fenomena burung-burung pipit jatuh ini direkam oleh warga bernama Kadek Sutisna dan kemudian viral. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyebut burung-burung pipit tersebut diduga mati karena keracunan pestisida.

"Dugaan kami adalah perilaku masyarakat yang menggunakan pestisida non-alami di sekitar Desa Pering tersebut. Jadi dugaan saya adalah burung-burung tersebut keracunan dari pestisida tersebut," kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Bali Prawona Meruanto kepada detikcom, Jumat (10/9/2021).

Antok menuturkan burung pipit saat mencari makan pasti bergerombol dari ratusan sampai ribuan. Mereka kemudian mencari makan di tanaman padi yang baru tumbuh, yang mungkin saja baru selesai dilakukan penyemprotan pestisida sehingga mengakibatkan keracunan.

"Jadi dugaan sementara seperti itu dan kemudian teman-teman di lapangan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati melakukan pestisida dan tetap menjaga habitat satwa liar yang ada di sekitar mereka. Tidak hanya itu, burung yang lain juga menjadi perhatian masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Antok menegaskan tim dari BKSDA Bali sudah melakukan peninjauan ke lapangan. Dari hasil kunjungan ke lapangan itulah ditemukan adanya dugaan burung-burung pipit tersebut keracunan pestisida.

Lantas, apa saja hal yang perlu diketahui soal burung pipit ini? Berikut ini serba-serbi burung pipit.

Lihat juga Video: Heboh Burung-burung Pipit Berjatuhan di Bali

[Gambas:Video 20detik]