Polisi Umumkan Penyelidikan Dugaan Pelecehan di KPI Pekan Depan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:15 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam penyelidikan polisi. Polisi akan menjelaskan penyelidikan kasus tersebut pada Senin (13/9) pekan depan.

"Nanti Senin kita rilis," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Hengki Haryadi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2021).

Sebelumnya, polisi memanggil lima terlapor kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap MS, pegawai KPI. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (6/9).

"Untuk pemanggilan, hari Senin akan dilakukan pemanggilan," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto kepada wartawan, Kamis (2/9).

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi mencari unsur pidana terkait kasus yang dilaporkan oleh MS. Polisi terus berkoordinasi dengan KPI terkait penyelidikan kasus ini.

"Jadi dari sisi KPI sendiri sudah dilakukan langkah tindakan internal. Untuk dari kami, dari Polres Metro Jakarta Pusat, dari semalam kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dengan dugaan pidana Pasal 289 dan 281 KUHP juncto Pasal 335, yaitu perbuatan cabul dan/atau kejahatan terhadap kesopanan disertai ancaman atau dengan kekerasan," ujar Setyo.

Seperti diketahui sebelumnya, lima pegawai KPI dilaporkan atas dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap sesama karyawan pria. KPI mengancam akan memberi sanksi tegas kepada para terduga pelaku apabila terbukti bersalah.

"KPI secara tegas menyampaikan tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku pelecehan seksual dan perundungan di mana pun, kapan pun, oleh siapa pun," ujar komisioner KPI Nuning Rodiyah kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (2/9).

Nuning mengatakan KPI memberikan pendampingan hukum kepada korban selama proses penyelidikan berlangsung. Selain itu, kata Nuning, korban diberi pendampingan psikologi.

"KPI tetap akan memberikan advokasi dan pendampingan hukum. Selain itu, KPI memberikan pendampingan psikologi terhadap terduga korban," tuturnya.

Simak Video: Terlapor Pelecehan di KPI Pertimbangkan Lapor, Ini Respons Komnas HAM

[Gambas:Video 20detik]



(mea/hri)