DKI Segera Buka Sekolah Tiap Hari, Mapel Olahraga Dibolehkan dengan Syarat

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 14:40 WIB
Siswa Siswi sekolah dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021).
Ilustrasi sekolah tatap muka (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera membuka sekolah setiap hari di minggu ketiga sekolah tatap muka terbatas. Nantinya, mata pelajaran olahraga dapat dilakukan secara individual.

"Time line-nya Bu Kadis (Pendidikan) menginginkan 13 September, tapi ada hal-hal yang didiskusikan lagi dengan para pimpinan. Masuk (sekolah)-nya setiap hari, tapi anak itu kan bisa ketemunya dua kali dalam seminggu," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Saat ini, sekolah tatap muka di DKI hanya berlangsung pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan pada Selasa dan Kamis dilakukan penyemprotan disinfektan. Dalam tiga hari itu, sekolah akan membagi kelas dan tingkat apa saja yang menyelenggarakan PTM, sehingga dalam seminggu setiap siswa hanya mengikuti satu kali PTM.

Taga menuturkan pembukaan sekolah setiap hari akan diprioritaskan pada 610 sekolah yang sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM). Nantinya, setiap siswa akan menjalani pembelajaran tatap muka menjadi dua kali seminggu.

"Terutama yang diprioritaskan yang 610. Kan yang 610 sudah masuk dua minggu. Kalau dalam dua minggu evaluasi masih landai, tidak ada aduan terpapar, tidak ada pelanggaran protokol kesehatan, maka akan dimungkinkan untuk dibuka tiap hari," jelasnya.

Selain itu, Disdik berencana menambah jumlah sekolah yang melaksanakan PTM terbatas. Disdik menargetkan 1.500 sekolah menggelar PTM terbatas pada 13 September mendatang.

"Kalau penambahan sekolah prosesnya masih asesmen atau pelatihan. Nanti dikabari ya kalau dalam waktu dekat ada persiapan," ujarnya.

Di masa PTM terbatas mendatang, Disdik DKI mengizinkan mata pelajaran olahraga diterapkan. Tentunya, hanya olahraga tertentu yang sifatnya individual serta menerapkan prokes ketat.

"Rapat koordinasi sekitar 2 minggu lalu dengan tim Gubernur, rekomendasinya boleh dicoba untuk olahraga, tetapi olahraga yang sifatnya individual. (Misal) kalau senam aerobik jarang-jarang, jaraknya 1,5 meter di lapangan," jelasnya.

Simak Video: 27,17 Persen Sekolah di RI Sudah Lakukan PTM Terbatas

[Gambas:Video 20detik]