Disdik DKI Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Seminggu 2 Kali di Minggu Ketiga

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 19:22 WIB
Sebanyak 610 sekolah di Jakarta memulai sekolah tatap muka, salah satunya SDN 09 Pondok Kelapa. Para siswa pun menyambutnya dengan antusias.
Sekolah Tatap Muka (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sekolah tatap muka terbatas telah dimulai di DKI Jakarta sejak 30 Agustus. Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana melaksanakan PTM seminggu dua kali pada minggu ketiga bulan ini.

"Memang timeline kita minggu ketiga, ini sudah minggu kedua. Minggu ketiga diharapkan anak belajar seminggu dua kali di masing-masing kelas," ujar Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Namun, lanjut Taga, hal itu masih bisa berubah merujuk pada situasi COVID di Jakarta.

"Nah kita masih mempertimbangkan kondisi yang kondusif. Artinya, kebijakan itu bisa berubah," kata Taga.

Selain itu, DKI menargetkan penambahan jumlah sekolah untuk melaksanakan PTM. Di minggu ketiga PTM ditargetkan akan ada penambahan 890 jumlah sekolah yang melaksanakan PTM terbatas.

"Kalau tidak ada perubahan menggunakan angka 1.500, berarti sekarang 610 sekolah yang laksanakan PTM, penambahannya 890 sekolah. Itu target kita rencana kita, kalau pelatihannya melebihi angka segitu ya bisa terjadi," jelas Taga.

Kini, 890 sekolah tersebut sedang melakukan pelatihan. Rencananya, pelatihan tersebut akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

Untuk diketahui, selama PTM terbatas, kegiatan belajar-mengajar di sekolah Jakarta hanya berjalan selama tiga hari per seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan Selasa dan Kamis merupakan jadwal penyemprotan disinfektan di ruang kelas.

Meskipun sekolah dibuka setiap hari, Nahdiana memastikan metode pembelajaran campuran atau blended learning masih diberlakukan. Dalam sehari, sebagian siswa akan ke sekolah, sebagian lagi melakukan pembelajaran daring.

"Tapi apakah anak-anak kita akan masuk tiap hari? Tidak. Karena harus bergantian. Bisa saja, katakan yang SD kali ini kelas 6. Itulah yang kita latih dalam blended learning," jelasnya.

"Karena pilihannya di sekolah, katakan rasio 32 per kelas, dengan kondisi PTM terbatas, rasionya menjadi 50 persen maksimum. Artinya (dalam sehari) anak-anak sebagian harus di rumah," sambung Nahdiana.

Sebagaimana diketahui, 610 sekolah di Jakarta akan memulai sekolah tatap muka setelah status PPKM Jakarta turun ke level 3.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menargetkan sekitar 8.900 sekolah di Ibu Kota menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada November mendatang. Pembukaan sekolah akan dilakukan secara bertahap.

"Sekarang pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap 1. Istilahnya secara bertahap pada akhirnya seluruh sekolah mengikuti PTM terbatas. Sepertinya target kita November, sekolah Dinas Pendidikan saja 8.900-an, (belum) tambah Kemenag ada cukup banyak," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Minggu (29/8/2021).

Taga menuturkan di tahap pertama ini pihaknya akan membuka 610 sekolah terlebih dahulu. Adapun sekolah yang menggelar PTM terbatas terdiri atas jenjang TK hingga SMA.

(idn/idn)