Bupati Kebumen Beri Penghargaan ke Ratusan Relawan COVID

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 09:20 WIB
Sebanyak 200 relawan pemulasaran jenazah COVID-19 dari berbagai organisasi mendapat penghargaan dari Bupati Kebumen Arif Sugiyanto atas dedikasinya dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19. Meski PPKM Kebumen kini sudah turun level dari 4 ke 3, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah.
Foto: Dok. Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen -

Sebanyak 200 relawan pemulasaran jenazah COVID-19 dari berbagai organisasi mendapat penghargaan dari Bupati Kebumen Arif Sugiyanto atas dedikasinya dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19. Meski PPKM Kebumen kini sudah turun level dari 4 ke 3, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah.

Penghargaan diberikan secara simbolis oleh Bupati sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kebumen, Arif Sugiyanto di Pantai Menganti pada Kamis (9/9) kemarin. Turut hadir dalam acara tersebut seluruh jajaran Forkopimda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.

Arif menyampaikan apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang sudah berjibaku bekerja keras membantu pemerintah dalam upaya mendukung percepatan penanganan COVID-19 di Kebumen, sehingga sampai saat ini Kebumen bisa turun di level 3.

"Ini adalah bentuk kerja nyata dari para relawan yang sudah sungguh-sungguh membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kebumen. Sehingga alhamdulillah kondisi penanganan COVID-19 di Kebumen sudah semakin baik, dan kita sudah turun di level 3," kata Arif Sugiyanto.

Meski Kebumen sudah turun di level 3, Arif meminta kepada masyarakat untuk tidak euforia tanpa batas. Situasi ini harus disyukuri dengan terus menjaga disiplin protokol kesehatan dan tidak abai. Jangan sampai Kebumen naik lagi ke level 4 sebab akan merugikan semua masyarakat.

"Ini jadi perhatian bersama jangan sampai di level 3 ini kita lalai, dan abai, dan menyambutnya dengan euforia. Ini bahaya, dan bisa merugikan kita semua. Karena kita tidak ingin kembali naik ke level 4. Jadi mohon masyarakat agar tetap patuh pada aturan, dan jaga selalu prokes," tegasnya.

Lebih lanjut Arif menyatakan, pemerintah juga akan memberikan perhatian lain kepada relawan. Misalnya, jika ada relawan yang meninggal dalam penanganan COVID-19, maka anaknya akan diasuh oleh pemerintah daerah. Pemerintah melalui BPBD juga siap memberikan program-program khusus untuk para relawan.

"Kita juga siapkan program khusus melalui BPBD untuk terus meningkatkan skill mereka dengan mengadakan pelatihan bersama. Dan terus menggandeng mereka dalam hal penanganan bencana," jelas Arif.

Dalam kesempatan itu, bupati juga melantik Forum Pengurangan Risiko Bencana bagi para relawan dari sejumlah informasi. Para relawan ini disiapkan untuk membantu masyarakat dalam hal penanganan bencana. Ini juga sejalan dengan program Desa Tangguh, dimana pemerintah sudah menyiapkan tim kebencanaan di setiap masing-masing desa.

"Forum-forum ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita, bagaimana menghadapi sebuah bencana itu bisa teratasi. Unit Reaksi Cepat dari para relawan ini apalagi sampai ada tingkat desa sampai RT/RW, maka bencana akan cepat teratasi. Desa Tangguh Bencana pun bisa dioptimalkan," paparnya.

"Terlebih Kebumen ini termasuk daerah yang rawan bencana, baik tanah longsor di wilayah pegunungan, maupun banjir, dan saat ini sudah mulai masuk musim penghujan, diharapkan para relawan ini bisa selalu siap siaga membantu masyarakat kapanpun saat dibutuhkan," kata Arif menambahkan.

Adapun 200 relawan yang mendapatkan penghargaan tersebut, tergabung dalam 15 organisasi yang fokus dalam penanganan bencana. Seperti PMI, Ubaloka, Tagana, MDMC Bagana, dan Baguna. Termasuk penghargaan untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dianggap ikut berperan aktif memberitakan hal positif kepada masyarakat dalam penanganan COVID-19.

(akd/ega)