Gandeng KKP, Pemkab Kebumen Bakal Bangun Shrimp Estate Pertama di RI

Rinto Heksantoro - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 22:40 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: Pemkab Kebumen
Kebumen -

Tak lama lagi, Pemkab Kebumen akan segera membangun kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) di wilayah pesisir selatan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan terlaksananya penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemkab dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Penandatanganan perjanjian terkait pengembangan kawasan tersebut dilaksanakan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Tb Haeru Rahayu di Kantor KKP, Kamis (12/8/2021).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, Kebumen bakal menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang bakal memiliki kawasan industri perikanan modern berbasis shrimp estate.

"Dengan adanya satu bentuk model ini (shrimp estate) ke depannya pembangunan kawasan budidaya udang dapat dikelola secara modern dan baik, lalu ada satu standar kualitas seperti instalasi, kualitas air, kualitas kawasan pesisirnya, di depannya (lokasi shrimp estate) harus penuh dengan hutan mangrove juga agar tidak terjadi abrasi," kata Menteri Trenggono dalam sambutannya.

Lebih lanjut Menteri Trenggono mengatakan, langkah ini merupakan implementasi dari salah satu program prioritas KKP, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor didukung riset kelautan dan perikanan, yang sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen pada 2024.

"Saya meyakini jika model ini berhasil, maka dapat dikembangkan di wilayah lain menggunakan model yang sama dengan pengembangan potensi budidaya di masing-masing wilayah. Harus jadi inspirasi bahwa pembangunan bisa dihasilkan dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah seperti ini. Terlebih di pesisir nantinya kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, pembangunan shrimp estate menjadi tekad pemerintah daerah agar bisa segera terwujud. Sebab, Kebumen punya potensi kelautan yang bisa dikembangkan secara modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Potensi kelautan di Kebumen harus bisa kita kembangkan secara maksimal, baik potensi wisatanya maupun potensi perikanannya. Shrimp estate ini menjadi komitmen kami untuk memaksimalkan potensi itu sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ucap Arif Sugiyanto.

Dibangun di atas lahan 100 hektare di kawasan Kecamatan Klirong, shrimp estate bakal menjadi kawasan industri perikanan yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja yang diambil dari putra daerah. Masyarakat juga akan dilibatkan dalam proses pembangunan itu.

"Shrimp estate ini kita harapkan bisa menyerap ribuan tenaga kerja dari lokal. Jadi kita ingin menciptakan lapangan kerja di tanah kelahiran sendiri, sehingga warga Kebumen tidak lagi harus merantau ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan," jelasnya.

Selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, shrimp estate juga bisa menaikkan PAD. Konsep ini bakal terus dikembangkan dan dipadukan dengan wisata bahari Kali Ratu yang baru saja diresmikan perubahan namannya dari sebelumnya bernama Kali Buntu, oleh Bupati Kebumen, Selasa (10/8).

"Harapannya melalui kerja sama ini, Kabupaten Kebumen menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi, karena adanya campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya," imbuhnya.

Shrimp estate sendiri merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Proses produksinya pun didukung oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan yang sesuai dengan konsep budidaya terintegrasi.

Konsep tersebut, yakni dengan pendekatan konsep hulu-hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya, akuakultur modern 4.0, serta pengelolaan kawasan budidaya tambak udang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dan pihak swasta.

Setelah adanya penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan shrimp estate di Kebumen ini, ground breaking rencananya dilakukan pada Desember 2021.

Sebagai informasi, Indonesia selama kurun waktu 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia sebesar 6,9%. Indonesia pada tahun 2019 berada di urutan kelima eksportir udang dunia dan di tahun 2020 total volume udang Indonesia di pasar dunia sebesar 7,15%.

(mul/mpr)