Round-Up

Dugaan Kelalaian Kebakaran Lapas Tangerang Bikin Polisi Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 08:16 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
Potret sisa-sisa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang (Foto: ANTARA FOTO)
Jakarta -

Polisi melakukan investigasi kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang yang menewaskan 44 orang narapidana. Olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran juga sudah dilakukan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik. Meski begitu, Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menunggu hasil penelitian Laboratorium Forensik (Labfor) Polri guna penyelidikan mendalam soal penyebab kebakaran tersebut.

Namun, dari hasil olah TKP sementara ini, polisi menduga telah terjadi tindak pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut. Adanya dugaan kelalaian petugas dalam peristiwa kebakaran diusut polisi.

"Hal lain karena diduga terjadi tindak pidana, maka kita mengumpulkan alat bukti. Di samping alat buktinya adalah pemeriksaan laboratorium, ada juga pemeriksaan saksi yang dilakukan kerja sama dengan Polres Tangerang Kota," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Lapas Kelas I Tangerang, Jl Veteran, Tangerang, Rabu (8/9).

Dugaan Kelalaian Diusut

Kombes Tubagus mengungkapkan pihaknya menyelidiki dugaan tindak pidana terkait kebakaran tersebut. Salah satunya dugaan adanya kelalaian.

"Iya, iya benar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Kamis (9/9/2021). Dia menjawab soal apakah kelalaian petugas juga menjadi materi penyelidikan soal dugaan adanya pelanggaran pidana dari peristiwa kebakaran di Lapas I Tangerang.

Namun Tubagus masih enggan memerinci lebih jauh soal dugaan adanya pelanggaran pidana tersebut. Dia menyebut pihaknya akan mengumumkan ketika penyelidikan telah selesai dilakukan.

"Nanti hasil penyelidikannya akan disampaikan, ya," ujar Tubagus.


22 Saksi Diperiksa

Polda Metro Jaya saat ini telah memeriksa 22 orang saksi terkait kebakaran tersebut. Pemeriksaan saksi ini terbagi dalam 3 klaster.

"Ada 22 saksi. Dari 22 dibagi menjadi 3 klaster," kata Kabid Humas Polda Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Kamis (9/9/2021).

Klaster pertama adalah saksi dari petugas Lapas Tangerang (sipir). Kemudian klaster kedua adalah saksi dari narapidana (napi) yang selamat dari insiden kebakaran; serta klaster ketiga adalah pendamping napi dan pendamping warga binaan.

"Klaster pendamping warga binaan yaitu warga binaan yang sudah mau selesai," katanya.

Simak juga video 'Korban Kebakaran Lapas Tangerang Sempat Update Status, Yasonna Bilang Ini':

[Gambas:Video 20detik]




Baca di halaman selanjutnya, pemeriksaan saksi untuk melengkapi penyelidikan