Ungkit KLB Sumut, AHY Ingatkan Kader Masih Ada yang Upaya Merampas PD

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 21:48 WIB
Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar konferensi pers usai Kepengurusan KLB PD Moeldoko Ditolak
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkit upaya kudeta Partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB) ilegal di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). AHY mengungkap bahwa hingga kini upaya perebutan partai secara paksa itu masih terus berjalan.

"Demokrat telah menjadi korban praktik-praktik politik yang melabrak nilai dan norma demokrasi yang beretika, bermoral dan berkeadaban. Kita masih ingat peristiwa yang kita hadapi di awal tahun ini, sebuah insiden yang selamanya akan tercatat dalam sejarah Partai Demokrat, yaitu munculnya upaya pengambilalihan Partai Demokrat secara paksa melalui KLB ilegal dan inkonstitusional yang dilakukan oleh oknum kekuasaan," kata AHY dalam pidato kebangsaan 20 tahun PD, seperti ditayangkan di tvOne, Kamis (9/9/2021).

Oknum kekuasaan yang dimaksud AHY adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dkk. Dia menilai Moeldoko dkk tidak lagi malu-malu menggunakan kekuasaan dan sumber daya yang dimilikinya dengan segala cara, termasuk politik fitnah, serangan hoax, dan black campaign ingin merampas sesuatu yang bukan haknya.

"Mengapa ini penting untuk kembali kita ingat? Karena perbuatan tercela dan melawan hukum itu bukan hanya mengancam kedaulatan, eksistensi dan kehormatan Partai Demokrat, tetapi juga merusak kehidupan demokrasi di Indonesia," ucap AHY.

Dia bersyukur atas simpati dan dukungan publik yang semakin hari semakin besar. Menurutnya, upaya kudeta itu bagaikan bola salju dan menjadi bukti bahwa apa yang Partai Demokrat alami juga dirasakan oleh rakyat.

"Kami juga bersyukur berkat kecepatan dalam bertindak dan mengambil keputusan, keberanian melawan kezaliman serta kekompakan seluruh kader untuk mempertahankan kedaulatan dan kehormatan diri. Alhamdulillah kami berhasil mematahkan mereka yang ingin menghancurkan Demokrat," ujarnya.

AHY menyebut perjuangan mempertahankan Partai Demokrat dari kudeta belum selesai. Sebab, hingga kini upaya perebutan paksa itu masih tetap ada.

"Pada kesempatan ini saya melaporkan kepada seluruh kader Demokrat juga masyarakat Indonesia bahwa sampai dengan hari ini upaya untuk merampas Partai Demokrat masih terus berjalan. Pasca keputusan Kemenkum HAM mengenai penolakan terhadap segala hasil KLB ilegal Deli Serdang, para perusak demokrasi tadi masih berupaya untuk menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui jalur PTUN, termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung, meskipun kami punya segala bukti yuridis yang kuat untuk bisa mematahkan mereka untuk kedua kalinya," jelasnya.

Dia pun meminta seluruh kader tetap waspada. Menurutnya, yang diperjuangkan bukan sekadar kekuasaan, melainkan tegaknya kebenaran dan keadilan, termasuk hukum di negeri ini.

"Mari benar-benar kita ikuti, kawal dan awasi semua tahapan proses hukum yang tengah berjalan. Kami juga mohon agar masyarakat luas termasuk media independen, dan civil society untuk turut serta mengawasi proses hukum tersebut," katanya.

(fas/zak)