Heboh Siswa Seberangi Sungai ke Sekolah, Pemkab Polman Bakal Bangun Jembatan

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 19:08 WIB
Siswa di Polman, Sulbar bertaruh nyawa seberangi sungai saat ke sekolah.
Foto: Abdy/detikcom
Polewali Mandar -

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) akan segera membangun jembatan penghubung di Dusun Sanreko, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Sulawesi Selatan. Ketiadaan jembatan di daerah tersebut menyulitkan aktivitas warga, khususnya anak-anak yang hendak ke sekolah.

"Tahun depan direncanakan ada pembangunan jembatan di daerah tersebut, dan sudah ada di dalam dokumen perencanaan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Husain Ismail kepada wartawan, Kamis (09/09/2021).

Menurut dia, pihaknya akan segera meninjau lokasi untuk memastikan titik pembangunan jembatan. Usulan pembangunan jembatan di desa itu sudah masuk pembahasan di Musrembang dan Apirasi Dewan.

"Jika tidak musim hujan, sungainya aman untuk dilalui," pungkas Husain.

Sebelumnya diberitakan, para siswa terpaksa menerobos air sungai yang kerap meluap di Dusun Sanreko, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Ketiadaan akses jalan lain memaksa anak-anak di dusun ini untuk mengalahkan rasa takut demi menuntut ilmu.

Siswa di Polman, Sulbar bertaruh nyawa seberangi sungai saat ke sekolah.Siswa di Polman, Sulbar, bertaruh nyawa seberangi sungai saat ke sekolah. (Abdy/detikcom)

"Tiap hari mesti melewati sungai ini, tidak ada jalan lain, mesti melewati sungai," ujar salah satu anak, Mariana, kepada wartawan, Selasa siang (7/9/2021).

Diakui Mariana, tidak jarang dirinya gagal melanjutkan perjalanan menuju sekolah lantaran pakaian yang dikenakan basah saat mencoba menyeberangi sungai yang kerap meluap, apalagi saat musim hujan seperti saat ini.

"Kalau air besar, saya tidak ke sekolah karena biasa pakaian basah saat melintas. Terpaksa kita kembali (pulang), tidak bisa ke sekolah," ungkapnya sambil tertawa.

Bukan hanya siswa yang mengaku kesulitan karena tidak ada jembatan yang menjadi akses penghubung, warga yang melintasi jalur antardesa itu juga kerap mengeluh.

Salah satunya Nurjannah, yang mengaku kesulitan mendapatkan sembako saat air sungai meluap.

"Kalau musim hujan, kita tidak bisa ke mana-mana. Kalau tidak ada beras di kampung, kita menderita, biasa saya mencoba lewat pakai motor, tapi sering jatuh," tuturnya.

(isa/isa)