Diunduh 39 Juta Orang, PeduliLindungi Bisa Jadi Alarm Tempat Tak Aman

Syahputra Eqqi - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 19:02 WIB
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi calon penumpang KRL. Uji coba digelar di 11 stasiun.
Foto: ANDHIKA PRASETIA
Jakarta -

Pemerintah telah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi untuk masyarakat guna mengoptimalkan sistem data yang terintegrasi terkait penanganan COVID-19. Sejalan dengan disiplin protokol kesehatan (Prokes) serta vaksinasi, penggunaan aplikasi ini juga bagian dari upaya bersama proteksi diri dari ancaman virus.

Direktur Digital Business Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid, menegaskan aplikasi PeduliLindungi telah dikembangkan sejak awal 2020 dan semakin banyak manfaat yang dihasilkan kepada masyarakat, misalnya untuk mendapatkan sertifikat vaksin serta skrining masuk fasilitas umum.

"Aplikasi ini akan semakin efektif dan efisien jika makin banyak orang yang menggunakan, karena adanya fitur tracing yang bisa mendeteksi atau mengidentifikasi adanya orang dengan COVID-19 di lokasi tersebut," ujar Fajrin dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Sistem PeduliLindungi akan memunculkan status pengguna dalam 4 kategori, yaitu hijau, kuning, merah, atau hitam. Berdasarkan status tersebut, pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan masuk ke fasilitas umum, misalnya ke pusat perbelanjaan atau transportasi umum.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan pihaknya menyambut baik penerapan dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan, sebagai upaya tambahan protokol kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Alphonzus juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke pusat perbelanjaan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan memiliki akun di aplikasi tersebut sebagai bentuk akses kemudahan.

"Meskipun lolos screening wajib vaksinasi, tetapi kalau tidak lolos dari screening protokol kesehatan seperti tidak bermasker atau suhu tubuh tidak sesuai, maka tetap tidak diperbolehkan masuk," tambah Alphonzus.

Selain itu, hampir seluruh 350 pusat perbelanjaan yang tergabung dalam APPBI telah memberlakukan proses skrining dengan aplikasi PeduliLindungi bagi para pengunjung.

Lebih lanjut, Tenaga Ahli Menteri KOMINFO Bidang Komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati mengungkapkan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, aplikasi PeduliLindungi telah diunduh oleh lebih dari 39 juta pengguna dan dimanfaatkan sebagai fungsi skrining di berbagai fasilitas umum.

"Aplikasi ini sebagai perlindungan diri, juga bisa menjadi asisten pribadi warga, karena dapat memberikan info atau alarm apabila datang ke tempat yang kurang aman terkait COVID-19," tutur Devie.

Devie menjelaskan, untuk mengoptimalkan dan menjamin keamanan data, pemerintah telah melakukan migrasi sistem aplikasi PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional yang dikelola oleh Kemenkominfo dengan kerja sama PT Telkom, BSSN, serta kementerian terkait. Selain itu, dibentuk tim khusus juga yang selalu memantau keamanan data tersebut.

Sementara itu, Direktur Operasi keamanan dan pengendalian Informasi BSSN RI, Rinaldy, mengatakan bahwa keamanan data pengguna aplikasi selalu menjadi prioritas utama pemerintah. Rinaldy juga mengimbau masyarakat untuk bijak membagikan informasi pribadi di media sosial, agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain untuk tujuan tertentu.

Sebagai informasi, aplikasi PeduliLindungi adalah hasil kolaborasi beberapa kementerian, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, PT Telkom Indonesia selaku operator telekomunikasi, serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

(mul/ega)