Apakah Sertifikat Vaksin Harus Dicetak? Ini Aturan di Mal-Transportasi Umum

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 18:15 WIB
Apakah Sertifikat Vaksin Harus Dicetak? Ini Aturan untuk Mall-Transportasi Umum
Apakah Sertifikat Vaksin Harus Dicetak? Ini Aturan untuk Mall-Transportasi Umum (Dok. ITDC)
Jakarta -

'Apakah sertifikat vaksin harus dicetak' menjadi hal yang kerap dipertanyakan masyarakat. Apalagi sertifikat vaksin COVID-19 merupakan syarat wajib untuk melakukan berbagai kegiatan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Di masa PPKM, masyarakat yang telah menerima minimal dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diperbolehkan untuk mengakses sejumlah layanan. Dari memasuki pusat belanja atau mal hingga bepergian dengan transportasi umum, seperti KRL, MRT, dan TransJakarta.

Di lokasi-lokasi tertentu, petugas akan melakukan pemeriksaan sertifikat vaksin COVID-19 sebelum masuk. Sertifikat vaksin COVID-19 yang dimuat dalam laman website maupun aplikasi PeduliLindungi bisa diakses dengan mudah loh, yakni hanya dengan memperlihatkan kode QR di aplikasi ataupun mencetaknya secara fisik.

Meski begitu, sebenarnya apakah sertifikat vaksin harus dicetak atau tidak ya? detikcom merangkumkan penjelasannya untuk masuk mal hingga mengakses MRT, TransJakarta, hingga KRL berikut ini.

Apakah Sertifikat Vaksin Harus Dicetak untuk Masuk Mal?

Untuk masuk mal maupun pusat perbelanjaan, sertifikat vaksin COVID-19 sebenarnya tidak perlu dicetak secara fisik (di-print atau dicetak dalam kertas maupun kartu). Masyarakat hanya perlu memindai atau scan QR code yang ada dari aplikasi PeduliLindungi yang diunggah di smart phone masing-masing.

Setelah dipindai, maka akan muncul barcode berwarna hijau, oranye, atau merah yang menandakan soal artinya. Berikut ini artinya:

  1. Warna Hijau: jika setelah memindai QR code muncul warna hijau di dalam barcode aplikasi PeduliLindungi, maka masyarakat diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di dalam ruang publik.
  2. Warna Oranye: jika setelah memindai QR code muncul warna oranye di dalam barcode aplikasi PeduliLindungi, maka masyarakat boleh masuk, dengan syarat menyesuaikan kebijakan pengelola tempat yang dikunjungi.
  3. Warna Merah: jika setelah memindai QR code muncul warna merah, maka menandakan bahwa seseorang tidak boleh memasuki suatu tempat dan sangat dianjurkan segera melakukan vaksinasi COVID-19.

Apakah Sertifikat Vaksin Harus Dicetak untuk Naik KRL?

Mulai 8 September 2021, sertifikat vaksin menjadi syarat wajib untuk naik KRL. Syarat ini menggantikan STRP yang sebelumnya diatur.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan para pengguna KRL wajib memperlihatkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama kepada petugas di stasiun. Sertifikat vaksin dapat ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Selain itu, pengguna KRL akan diminta menunjukkan KTP atau identitas lainnya. Hal ini dilakukan sebagai cara pencocokan terhadap data yang terdapat dalam sertifikat vaksin.

Sertifikat vaksin sebagai syarat menggunakan KRL berlaku untuk KRL Commuter Line Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, KA Prambanan Ekspres (Kutoarjo-Yogyakarta PP), dan KA Lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Selanjutnya menjawab apakah sertifikat vaksin harus dicetak untuk layanan Transjakarta dan MRT.

Lihat Video: Satgas Beberkan Alasan Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor

[Gambas:Video 20detik]