Polisi Sudah Periksa 22 Saksi Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Yogi Ernes, Firda Cynthia - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 16:38 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
KEBAKARAN LAPAS 1 TANGERANG (Foto: ANTARA FOTO)
Jakarta -

Polda Metro Jaya dan Mabes Polri tengah menyelidiki kasus kebakaran maut di Lapas Tangerang. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 22 saksi.

"Dari Polda Metro Jaya di-backup Mabes Polri sudah melakukan penyelidikan. Ada 22 saksi," kata Kabid Humas Polda Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Kamis (9/9/2021).

Ia merincikan, 22 saksi itu dibagi menjadi tiga klaster. Klaster tersebut terdiri dari petugas Lapas Tangerang, narapidana (napi) yang selamat saat insiden kebakaran, dan pendamping napi.

"Dari 22 dibagi menjadi 3 klaster. Klaster pertama adalah petugas sendiri, mereka yang bertugas saat itu. Kedua adalah klaster warga binaan yang selamat, ya, tentu saja. Ada 73 orang yang selamat itu. Kemudian, klaster pendamping warga binaan, yaitu warga binaan yang sudah mau selesai (masa hukuman)," katanya.

Dugaan Terjadi Tindak Pidana

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memulai penyelidikan kebakaran di Lapas Tangerang yang menyebabkan 44 narapidana meninggal dunia. Sebanyak 20 orang kini tengah dimintai keterangan oleh polisi.

"Karena diduga terjadi tindak pidana, maka kita mengumpulkan alat bukti. Di samping alat buktinya adalah pemeriksaan laboratorium, ada juga pemeriksaan saksi yang dilakukan kerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota. Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan 20 orang saksi," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9).

(mei/mea)