Pesan Wapres untuk Siswa Sekolah Tatap Muka di Bogor

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 11:38 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin kembali meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ke sekolah, Kamis (9/9). Terbaru, Maruf mengunjungi SMP Negeri 1 Citeureup dan meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di SMK Kesehatan Annisa di Bogor.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ke sekolah, Kamis (9/9). Terbaru, Ma'ruf mengunjungi SMP Negeri 1 Citeureup dan meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di SMK Kesehatan Annisa di Bogor.

Pada peninjauan ini, Ma'ruf melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dilaksanakan saat PTM dan upaya percepatan pemberian vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat yang dilakukan oleh jajaran akademisi. Ia pun menekankan pentingnya disiplin.

"Pelaksanaan vaksinasi ini saya harap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi para siswa dari penyebaran COVID-19 dalam kegiatan PTM terbatas," ujarnya dikutip dari laman Wapres.go.id, Kamis (9/9/2021).

"Namun demikian, mengingat ancaman COVID-19 sampai saat ini belum berakhir, saya minta semua pihak untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Ma'ruf berpesan agar pelaksanaan PTM harus dijalankan dengan komitmen penuh dalam penerapan protokol kesehatan dan dievaluasi pelaksanaannya secara berkala.

"Saya mengharapkan satuan pendidikan agar memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 untuk Wilayah Jawa-Bali, maka satuan pendidikan yang berada di wilayah PPKM level 3 dapat menyelenggarakan PTM secara terbatas. PTM dilakukan dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning) dengan siswa yang melakukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Pemberlakuan PTM pun akan dievaluasi secara berkala baik oleh pemerintah maupun pihak sekolah. Hasil evaluasi nantinya akan menentukan apakah PTM akan ditingkatkan secara bertahap atau dihentikan apabila laju penyebaran COVID-19 kembali meningkat.

Sebagai informasi, dalam peninjauan ini Ma'ruf disambut oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Bupati Bogor Ade M. Yasin, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jarwansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Citeureup Muhamad Taryana untuk selanjutnya meninjau pelaksanaan PTM.

SMPN 1 Citeureup telah melaksanakan uji coba PTM terbatas sejak 1 September 2021 secara berjenjang. Setiap minggunya, pihak sekolah menerapkan batas maksimal 35 persen dari jumlah siswa yang boleh melakukan PTM di kelas.

Sementara itu, SMK Kesehatan Annisa akan mulai menyelenggarakan PTM pada bulan Oktober dan November 2021. SMK yang memiliki jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas serta jurusan Farmasi Industri ini turut menggencarkan pemberian vaksinasi COVID-19 agar pelaksanaan PTM nanti dapat berjalan dengan aman dan sesuai protokol kesehatan.

(akd/ega)