Suara Mahasiswa

GMKI Minta Menkumham Transparan soal Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 10:48 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
Foto: ANTARA FOTO
Jakarta -

Lapas Tangerang terbakar dan akibatkan puluhan orang meninggal dunia. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly transparan dalam menyelidiki kasus tersebut.

"Saya mewakili GMKI menyampaikan turut belasungkawa atas meninggalnya 41 orang narapidana yang meninggal di lokasi," ucap Ketum PP GMKI Jefri Gultom saat dihubungi, Kamis (9/9/2021).

"Agar peristiwa serupa tidak terulang, GMKI meminta kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kebakaran Lapas Tangerang. Yasonna Laoly harus transparan kepada publik terkait penyebab kebakaran," ujar Jefri Gultom.

Jefri menduga ada masalah di petugas-petugas yang berjaga di Lapas Tangerang tersebut. Petugas dia nilai tidak sigap hingga berakibat jatuhnya banyak korban.

"Jika petugas lapas bekerja dengan sigap, tidak akan banyak korban yang meninggal. GMKI menduga ini adalah bentuk kelalaian petugas. Oleh karena itu, Yasonna Laoly harus meminta maaf kepada publik," katanya.

Kejadian-kejadian ini membuat GMKI meminta Yasonna Laoly mengevaluasi kinerja petugas lapas di Indonesia. "Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali," katanya.

Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom.Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom (Dok. GMKI)

Kebakaran Lapas Tangerang berawal dari blok khusus narkotika pada Rabu (8/9). Api menyebar dengan cepat di saat narapidana berada dalam sel yang terkunci. Sementara ini, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Awalnya, korban jiwa berjumlah 41 orang. Kemudian, korban jiwa bertambah menjadi 44 orang.

(aik/dnu)