Lapas Ramai-ramai Cek Listrik Pascakebakaran di Tangerang Tewaskan 41 Napi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 07:44 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
Kondisi Lapas Tangerang pascakebakaran (Foto: dok. ANTARA FOTO)
Jakarta -

Kebakaran maut yang menewaskan 41 narapidana (napi) terjadi Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Lembaga permasyarakatan (lapas) di sejumlah daerah pun beramai-ramai melakukan pengecekan instalasi listrik setelah tragedi kebakaran maut itu.

Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang itu terjadi pada pukul 01.45 WIB Rabu (8/9) dini hari. Api muncul pertama dari Blok CII, yakni blok khusus kasus narkotika. Kebakaran baru bisa dipadamkan pukul 04.00 WIB. Dari 122 napi tersebut, 41 korban tewas, 73 luka ringan, dan 8 luka berat.

Lapas Kelas I Tangerang itu ternyata sudah berumur 42 tahun. Sejak itu, instalasi listriknya lama tidak diperbaiki. Kebakaran maut ini diduga karena hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Karena itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly pun meminta lapas lain mengecek instalasi listrik tempatnya. Yasonna enggan tragedi seperti di Lapas Kelas I Tangerang kembali terulang.

"Tadi saya sudah perintahkan Pak Dirjen, coba cek lagi lapas-lapas. Karena beberapa tempat di lapas-lapas kita, kecuali beberapa tempat oleh karena kerusuhan, pada umumnya karena arus listrik pendek. Itu lapas-lapas lama seperti ini," kata Yasonna setelah mengecek lokasi kebakaran, Lapas Tangerang, Banten, Rabu (8/9).

Bali

Lapas di sejumlah daerah pun lantas bergegas. Salah satunya lapas di Bali. Kanwil Kemenkumham Bali langsung memerintahkan lapas dan rumah tahanan (rutan) mengantisipasi bencana dan mengecek instalasi listrik.

Total isi lapas/rutan di Bali sebanyak 3.589 orang. Jumlah itu terdiri atas 2.896 orang narapidana dan 693 tahanan. Padahal kapasitas seluruh lapas dan rutan di Bali hanya mencapai 1.518 orang sehingga mengalami overkapasitas sebanyak 136 persen.

Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan dirinya telah meminta UPT pemasyarakatan dan UPT imigrasi memastikan jaringan listrik tetap aman, tidak ada beban yang berlebihan, dan semua jaringan listrik aman.

Kemudian, lapas dan rutan di Bali juga diminta agar memeriksa berbagai kabel atau hal lain yang bisa menimbulkan bencana agar keberadaannya dipastikan dalam keadaan aman. Bila perlu, jika ada kerusakan harus segera diganti.

Simak video 'Wacana Pemerintah Kala Lapas Overload Bikin Petaka':

[Gambas:Video 20detik]