Venezuela - Warga Venezuela turun ke jalan merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro usai operasi militer AS. Euforia bercampur harap akan masa depan yang damai.
Foto
Warga Venezuela Rayakan Penangkapan Presiden Maduro
Warga Venezuela yang tinggal di Panama merayakan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, di Kota Panama, Panama, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Amerika Serikat melancarkan serangan ke Venezuela pada dini hari Sabtu dan menggulingkan Maduro. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez muncul di televisi Venezuela pada Sabtu sore bersama pejabat tinggi lainnya untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai penculikan. Foto: REUTERS/Enea Lebrun
Diaspora Venezuela di Amerika Tengah turun ke jalan untuk merayakan penangkapan Presiden NicolΓ‘s Maduro setelah intervensi militer AS di negara Karibia tersebut. Presiden AS Donald Trump mengumumkan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago bahwa Amerika Serikat akan mengelola Venezuela hingga transisi yang tepat dapat terjadi dan akan mendapatkan penggantian biaya dari cadangan minyak negara tersebut. Foto: REUTERS/Juan Gonzalez
Di Panama City, para migran Venezuela berbaris dengan bendera Venezuela dan AS. Di San JosΓ©, anggota diaspora berkumpul di luar kedutaan Venezuela, menyaksikan konferensi pers Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Enea Lebrun
Sorakan yang merayakan penangkapan Maduro terdengar di jalan-jalan ibu kota di Amerika Latin dan di Spanyol, tempat warga Venezuela berkumpul untuk berbagi kegembiraan mereka - dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi di masa depan. Foto: REUTERS/Enea Lebrun
Sejak 2014, 7,7 juta warga Venezuela, atau 20% dari populasi, telah meninggalkan negara itu karena tidak mampu membeli makanan atau mencari peluang yang lebih baik di luar negeri, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB. Foto: REUTERS/Enea Lebrun











































