Round-Up

2 Arahan Penting Kapolda Metro Usai Penangkapan Coki Pardede

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 05:30 WIB
Kapolda Metro Irjen Fadil Imran jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Proses penangkapan komika Coki Pardede terkait kasus sabu oleh Polres Metro Tangerang Kota, dikritik sejumlah pihak. Penangkapan Coki Pardede yang divideokan tersebar viral di media sosial.

Tidak hanya itu, konferensi pers terkait kasus Coki Pardede di Polres Metro Tangerang Kota, beberapa hari yang lalu juga dikritik. Polisi dinilai berlebihan dalam mengerahkan anggota polisi bersenjata laras panjang dalam proses konferensi pers itu.

Menyikapi hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengumpulkan Polres jajaran dalam virtual meeting. Dalam rapat virtual itu Fadil menyampaikan 2 arahan penting kepada jajarannya.

Berikut 2 poin penting arahan Irjen Fadil Imran terkait kasus Coki Pardede:

Dilarang Bawa Senpi Laras Panjang saat Jumpa Pers

Fadil Imran menyoroti perlakuan Polres Metro Tangerang Kota yang menggelar jumpa pers kasus Coki Pardede dengan mengerahkan personel bersenjata api laras panjang.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini meminta jajaran tidak berlebihan saat melakukan konferensi pers kasus pengguna narkoba. Kecuali kasus-kasus tertentu yang perlu pengamanan ekstra.

"Kalau bukan bandar (narkoba), bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang. Enggak usah lagi gagah-gagahan," kata Fadil Imran dalam video di akun Instagram @kapoldametrojaya, seperti dilihat detikcom, Rabu (8/9/2021).

Penggunaan senjata api larang panjang saat jumpa pers kasus biasa dianggap tidak diperlukan.

"Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu, ndak usah," tuturnya.


Baca di halaman selanjutnya: arahan khusus soal video penangkapan Coki Pardede

Simak video 'Pengacara Bantah Coki Pardede Pakai Sabu Lewat Anal':

[Gambas:Video 20detik]