Kasus COVID-19 Membaik, Jokowi: Jangan Senang-senang Dulu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 17:14 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia mengalami perbaikan. Namun Jokowi meminta semua pihak tetap waspada.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menerima perwakilan para ketua asosiasi di bidang ekonomi dan bisnis di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/9/2021). Jokowi berpesan kepada para pengusaha untuk tidak senang-senang dulu.

"Ini saya hanya cerita, ini untuk memberikan optimisme kepada Bapak-Ibu sekalian, bahwa posisi kita sudah seperti ini, tetapi juga jangan senang-senang dulu, jangan euforia. Bekerja, ya tapi jangan terlalu euforia," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut hadir dalam pertemuan tersebut. Airlangga menjelaskan Jokowi meminta kepada para pelaku usaha untuk membantu pemerintah mengingatkan masyarakat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir.

"Pandemi COVID belum berakhir dan diminta agar seluruh masyarakat untuk terus waspada, dan diminta kepada pemimpin-pemimpin perusahaan, para CEO, para asosiasi, dan Kadin untuk juga mengingatkan," kata Airlangga dalam keterangan sesuai pertemuan.

Airlangga menekankan pesan Jokowi soal pertumbuhan ekonomi suatu negara yang bergantung pada penanganan COVID-19. Kendati penanganan COVID-19 sudah membaik, para pelaku ekonomi dan bisnis di Indonesia diminta tetap waspada.

"Ini harus dijaga terus karena pertumbuhan ekonomi berbanding terbalik dengan penanganan COVID. Jadi, kalau COVID-nya tinggi, ekonominya akan rendah. Sebaliknya, apabila COVID-nya rendah, ekonominya akan menggeliat," imbuhnya.

Selain Airlangga, turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, dan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey.

Tonton video 'Corona RI 8 September: Tambah 6.731 Kasus, 11.912 Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)