Menko Mahfud Tinjau Kondisi Lokasi Kebakaran Lapas Tangerang

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:57 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md meninjau lokasi kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang
Menko Polhukam Mahfud Md meninjau lokasi kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang (Foto: Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyambangi lokasi kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Mahfud langsung meninjau kondisi lapas.

Pantauan detikcom, Rabu (8/9/2021), Mahfud tiba di Lapas Kelas I Tangerang pukul 15.14 WIB. Mahfud didampingi oleh beberapa staf Kemenko Polhukam.

Sesampai di lokasi, Mahfud belum memberikan komentar. Dia langsung berjalan menuju pintu masuk Lapas untuk melakukan pengecekan.

Sebelumnya, kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Kobaran api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas mengevakuasi korban yang selamat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan jumlah korban tewas ada 41 orang. Sementara itu, ada 81 korban luka-luka, terdiri atas 73 korban luka ringan dan 8 korban luka berat.

Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan pihaknya akan membentuk lima tim untuk menangani kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang. Tim tersebut akan melakukan identifikasi hingga pemulasaraan jenazah.

"Dalam penanganan ini, kita membentuk lima tim dipimpin oleh Dirjen Pas Pak Reinhard," kata Yasonna kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Tim pertama adalah tim identifikasi, Ditjen Pas bersama Inafis Polri akan membentuk tim untuk mengidentifikasi jenazah korban kebakaran. Tim kedua adalah pemulasaraan, pemakaman, pengantaran jenazah, tim kedua akan bekerja setelah tim 1 mengidentifikasi korban.

Tim ketiga bertugas untuk pemulihan keluarga. Tim ketiga ini bertugas menemui keluarga korban, menyampaikan duka, dan menyampaikan uang duka.

Tim keempat bertugas untuk mengkoordinasikan dengan stakeholder terkait, seperti TNI, Polri, dan dinas pemerintah daerah terkait kejadian tersebut. Tim kelima adalah humas untuk memastikan informasi yang disampaikan ke masyarakat satu pintu sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

(eva/eva)