Komnas HAM Minta Transparansi Pengungkapan Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:43 WIB
Kebakaran Lapas Tangerang
Kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: Dok. Kemenkum HAM)
Jakarta -

Komnas HAM menyampaikan belasungkawa atas kebakaran di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Komnas HAM meminta adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi lapas yang sudah overkapasitas.

"Komnas HAM RI menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang. Kami meminta perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terkait kondisi lapas yang cenderung over kapasitas terutama sekali tentang SOP Kedaruratan di Lembaga Pemasyarakatan sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali," kata Komisioner Komnas HAM Hairansyah kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Hairansyah mengatakan warga binaan lapas yang menjadi korban kebakaran merupakan bagian dari pengawasan dan tanggung jawab negara. Hairansyah menuturkan mereka harus mendapatkan kepastian keselamatan dari negara.

"Warga binaan lembaga pemasyarakatan merupakan orang-orang yang sedang dirampas kemerdekaannya dan berada dalam pengawasan dan tanggung jawab Negara dan harus dipastikan keselamatannya," ujarnya.

Komnas HAM, lanjut Hairansyah, juga mendesak agar penyebab peristiwa tersebut diungkap secara transparan. Bila ditemukan unsur kelalaian, harus dipertanggungjawabkan.

Komnas HAM akan memantau peristiwa tersebut. Dia meminta agar korban yang meninggal dunia segera diidentifikasi serta memastikan kesembuhan bagi para korban luka-luka.

"Komnas HAM RI meminta untuk dilakukan pengungkapan atas terjadinya peristiwa tersebut secara transparan. Bagi korban yang meninggal, Komnas HAM RI juga meminta pihak terkait melakukan tindakan untuk memastikan korban bisa segera teridentifikasi dan memberikan perhatian bagi keluarga korban yang meninggal dunia, serta memastikan kesembuhan, kesehatan, dan keselamatan bagi korban luka-luka yang sedang dalam proses perawatan."

"Komnas HAM RI berdasarkan kewenangan yang dimiliki akan melakukan langkah pemantauan atas peristiwa ini," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran Lapas Tangerang berawal dari blok khusus narkotika. Api menyebar dengan cepat di saat narapidana berada dalam sel yang terkunci.

Kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kejadian kebakaran Lapas Tangerang. Sementara ini, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

"Sementara diduga akibat hubungan pendek arus listrik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (8/9).

(idn/idn)