Gubsu Edy soal Madina Jadi Zona PPKM Level 4: Salah Data Itu

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:43 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad/detikcom)
Medan -

Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Sumatera Utara (Sumut) menjadi wilayah PPKM Level 4. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan hal itu terjadi karena ada kesalahan data.

"Madina salah input data, hari ini berangkat Satgas ke sana," kata Gubsu Edy Rahmayadi di kantor DPRD Sumut, Medan, Rabu (8/9/2021).

Edy mengatakan ada kesalahan data pasien COVID-19 yang dimasukkan oleh Pemkab Madina. Dia mengatakan hanya ada empat pasien Corona yang dirawat di rumah sakit yang ada di Madina.

"Saya cek rumah sakitnya, hanya empat orang yang sakit," ucap Edy.

Dia juga mengatakan data pasien Corona yang meninggal juga salah. Edy mengaku menemukan orang-orang yang di dalam data Pemkab dinyatakan meninggal ternyata masih hidup.

"Datanya itu 71 orang meninggal. Setelah saya cek nama-namanya banyak yang nggak meninggal di situ," tuturnya.

Edy mengatakan Satgas COVID-19 Sumut datang ke Madina untuk mengecek ulang data pasien yang terpapar virus Corona. Edy mengatakan akan mengevaluasi kesalahan ini.

"Makanya harus dievaluasi data itu, ini sedang dievaluasi," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengumumkan daftar terbaru daerah yang masuk zona PPKM Level 4. Untuk di Sumut, ada tiga daerah yang masuk, yaitu Kota Medan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Madina. PPKM level 4 di ketiga wilayah di Sumut itu berlaku hingga 20 September.

"Pemerintah memutuskan perpanjangan (level PPKM) pada 7 (September) hingga 20 (September) di Aceh di 3 kota, yaitu Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Besar. Jambi di Kota Jambi. Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Banjarmasin, dan kota Barru. Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Kalimantan Timur di Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu," ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin (6/9).

"Kalimantan Utara di Kota Tarakan. Babel di Bangka, Sulsel di Makasssar, kemudian Sulteng di Palu dan Poso, Sumbar di padang, Sumut di Medan, Sibolga dan Mandailing Natal. Kemudian NTT di Kupang, Bolang Mongondow, dan Manokwari," sambungnya.

(haf/haf)