Round-up

Tentang KNPB di Balik 4 Prajurit TNI Gugur Saat Diserang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 23:28 WIB
Dua terduga pelaku penyerangan Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, ditangkap. Ini tampang kedua pelaku. (dok Istimewa)
Dua terduga pelaku penyerangan Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, ditangkap. Ini tampang kedua pelaku. (dok Istimewa)
Jakarta -

Manfred Vatem, yang diyakini dalang di balik penyerangan Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat, ternyata menjabat Ketua KNPB Kisor. Lantas, bagaimana jejak Manfred?

Manfred Vatem (sebelumnya ditulis Manfet Patem) disebut sebagai Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Kisor.

"Pelaku atas nama Manfred Vatem adalah Ketua KNPB Kisor. Jadi kelompok penyerang kemarin adalah kelompok KNPB," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Art Hendra Pasilerron, kepada detikcom, Senin (6/9/2021).

Selain menyerang TNI, kelompoknya disebut pernah menyerang anggota Brimob di Teluk Bintuni. Saat ini status Manfred sebagai DPO.

"Dia saat ini DPO, dulu pernah dia melakukan pembunuhan tapi bukan di situ, di dekat Bintuni. Dia pernah serang Brimob," tuturnya.

Hendra mengatakan Manfred tak memimpin kelompoknya sendirian. Selain Manfred, masih ada satu lagi pentolan kelompok separatis teroris (KST) yang bersamanya, tapi Hendra mengatakan hal ini masih didalami.

"Diduga kelompoknya dia dan dia pentolannya. Ada lagi satu, tapi kami masih dalami lagi," sambung Hendra.

Hingga kini aparat TNI-Polri masih meningkatkan kewaspadaan pascapenyerangan posramil di Maybrat. Namun, menurut Hendra, peristiwa tersebut dipastikan tak akan membuat cara bersikap TNI ke warga setempat berubah.

"Kewaspadaan personel (di Maybrat) lebih ditingkatkan. Namun kami tidak merubah cara bertindak, persepsi kami kepada masyarakat setempat. Kami tetap dengan semangat persaudaraan, semangat gotong royong bersama rakyat," kata Hendra.

"Karena kami tidak cuma menjaga diri sendiri, tetapi tugas kami menjaga masyarakat Papua Barat agar merasa tetap aman. Ini TNI saja bisa mereka perlakukan seperti itu, apalagi masyarakat? Kami tidak akan membiarkan mereka meneror masyarakat," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut