Tenda Pencari Suaka Afghanistan di Trotoar Kebon Sirih Ditertibkan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 13:01 WIB
Kondisi trotoar di Kebon Sirih Jakpus usai tenda pengungsi Afghanistan ditertibkan (Foto: Wilda/detikcom)
Foto: Kondisi trotoar di Kebon Sirih Jakpus usai tenda pengungsi Afghanistan ditertibkan (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP beserta aparat kepolisian menertibkan tenda-tenda kemah pengungsi warga Afghanistan yang berjejer di dekat Kantor UNCHR, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kini tenda-tenda itu telah ditertibkan.

Pantauan detikcom, di sepanjang jalan RT 2 RW 3 Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021) pukul 12.00 WIB, kini tidak terlihat lagi tenda-tenda para pencari suaka. PPSU yang berada di lokasi nampak membersihkan sisa-sisa sampah di saluran air bekas tenda itu didirikan.

Salah seorang pencari suaka, Ali (39) mengatakan, petugas telah menertibkan barang-barang yang dimiliki para pencari suaka itu sekitar pukul 11.30 WIB. Dia menyebut petugas membereskan paksa tenda-tenda pengungsi yang berada di sekitar saluran air tersebut

"Polisi dan UNHCR guard sudah hancurkan tenda tenda di depan UNHCR dan bawa semua barang orang yang ada sini," kata Ali kepada wartawan.

Ali menyebut tenda tempatnya bernaung kini sudah tidak ada. Dia pun mulai kebingungan.

"Sudah hancurkan semua," ungkapnya.

Sementara, Lurah Kebon Sirih, S Maarief menerangkan, penertiban ini atas dasar laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan tenda-tenda liar pencari suaka itu. Maarief mengaku saat penertiban memang terjadi adu argumen antara petugas dengan pencari suaka.

"Penertiban bangunan-bangunan dan tenda-tenda liar yang ada di sepanjang saluran RW 02 Kebon Sirih yang meresahkan masyarakat, mereka pengungsi dari UNHCR yang menempati bangunan, mereka tidak bisa diatur," kata Maarief.

"Bentrok sih tidak, cuman mereka mengadakan suatu protes kepada kita," ungkapnya.

Maarief berharap para pencari suaka tidak lagi mendirikan tenda di saluran air. Selain mengganggu masyarakat, kata Maarief, juga dapat berakibat pada kesehatan pencari suaka itu sendiri.

"Pada prinsipnya mereka gimana caranya jangan, mereka manusiawi lah jangan mendirikan tenda di saluran ini lah tidak sehat," imbuhnya.

Seperti diketahui, sejumlah pencari suaka dari Afghanistan mendirikan tenda di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Tenda itu didirikan di dekat kantor Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR).

Para pencari suaka itu menunggu untuk diberangkatkan ke 'negara ketiga', yakni penerima pencari suaka yang meratifikasi Konvensi PBB mengenai Status Pengungsi Tahun 1951 dan Protokol mengenai Status Pengungsi 31 Januari 1967. Indonesia bukan termasuk negara yang meratifikasi konvensi dan protokol itu dan hanya menampung sementara para pencari suaka. Namun, 'sementara' tidaklah singkat.

(whn/mae)