Bupati Sergai Sulap Rumah Dinas Kadis Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 11:13 WIB
Bupati Sergai saat mengecek rumah dinas kadis yang jadi tempat isoter (dok. Pemkab Sergai)
Bupati Sergai saat mengecek rumah dinas kadis yang jadi tempat isoter. (Dok. Pemkab Sergai)
Serdang Bedagai -

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengubah rumah dinas yang harusnya untuk kepala dinas menjadi lokasi isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Corona atau COVID-19. Ada 15 rumah dinas yang dijadikan lokasi isolasi terpusat.

"Masyarakat yang dinyatakan terpapar atau positif COVID-19 sudah tidak perlu lagi takut menjalankan prosedur isolasi. Sekarang sudah tersedia rumah isoter yang fasilitasnya lengkap, nyaman, asri dan tentunya gratis ditanggung oleh Pemkab Sergai," ucap Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya (Wiwik), Senin (6/9/2021).

Wiwik mengatakan lokasi isoter berada di Kompleks Replika Istana Sultan Serdang, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Rumah isoter ini dilengkapi dengan TV, Wi-Fi, dan fasilitas pendukung lainnya.

"Rumah isoter ini awalnya merupakan rumah dinas yang diperuntukkan bagi para Kepala OPD. Namun setelah melewati proses kajian, akhirnya diputuskan agar dialihfungsikan sebagai tempat penanganan dan isolasi bagi warga Sergai yang terjangkit virus asal Wuhan," tutur Wiwik.

Lokasi isoter ini dapat menampung 60 orang. Ada dua tempat tidur di setiap kamar.

"Rumah isoter ini sudah mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Jadi sudah memenuhi standar," kata Wiwik.

Wiwik mengatakan rumah isoter ini diperuntukkan bagi warga positif Corona dengan usia di atas 45 tahun. Warga yang di lokasi isoter ini juga harus yang tanpa gejala.

Lokasi isoter ini akan dijaga oleh petugas dari Satpol-PP. Dia meminta Satpol PP menjaga keamanan warga yang isoter dan perlengkapan yang ada di lokasi.

"Para personel Satpol-PP yang bertugas di sini harus menjamin keamanan. Bukan hanya keamanan warga yang menjalani isolasi, namun juga keamanan fasilitas yang ada. Jangan sampai ada kehilangan atau pencurian," jelasnya.

(haf/haf)