PKS Siap Advokasi Mural Kritik yang Tempatnya Tak Ganggu Publik

Athika Rahma - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 19:09 WIB
Jakarta -

Kehadiran mural-mural kritik yang ramai dihapus menuai pro dan kontra. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, kemunculan mural tersebut penting untuk mengingatkan pemerintah agar selalu rendah hati dan memikirkan aspirasi rakyat.

"Ini (mural kritik) adalah energi positif untuk memaksa rezim, siapapun termasuk kalau PKS diizinkan Allah berkuasa, maka rezim yang pegang harus selalu dikontrol dan rendah hati, karena mereka punya aparat, anggaran, kekuasaan, mereka diberikan mandat," ujar Mardani dalam diskusi virtual, Minggu (9/5/2021).

Mardani mengatakan, dirinya bersyukur kreativitas seniman dan budayawan di Indonesia tidak mati meski tidak mendapat perhatian yang dominan dari pemerintah.

Penuangan karya seni tersebut juga tidak hanya sekadar menampilkan sesuatu yang indah, namun merepresentasikan ide dan gagasan yang berkaitan dengan fenomena sosial.

"Karena kalau politisi saja yang berjuang, dia membosankan, kalau ekonom saja yang berjuang, dia bikin bingung dengan angka. Tapi ketika seniman berjuang, dunia terasa lebih indah, abstrak, imajinatif dan out of the box," katanya.

Menurutnya, seluruh partai politik harus siap menampung aspirasi rakyat, seperti soal mural ini. Dirinya menegaskan PKS siap mengadvokasi jika seniman mural merasa terancam karena mengekspresikan gagasannya meskipun tetap ada standarnya, yaitu tempat yang tidak mengganggu publik.

"Advokasi, itu wajib hukumnya di advokasi. Meskipun tetap, nuwun sewu, standar-standarnya harus ada. Tempat (mural) yang tidak mengganggu publik, jati diri yang jelas, pesan yang tajam," ujar Mardani.

"Kalau menurut saya bagi teman-teman yang punya kreasi dan khawatir ini berdampak hukum kita di PKS siap untuk diskusi dan mengadvokasi, tetapi pada umumnya ketika seni itu sudah diterima rakyat maka advokatnya adalah rakyat, kita di PKS siap untuk diskusi termasuk advokasi terhadap seniman dan budayawan yang berkresasi mendapat hambatan dalam kreasinya tanpa keadilan. Kalau dalam koridor hukum dan keadilan, maka kita akan dukung sepenuhnya," katanya.

(yld/yld)