Menkum HAM Minta Pejabat Imigrasi Tertangkap Nyabu Disanksi Berat!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 08:51 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno bertemu Menkumham Yasonna Laoly di Jakarta.
Menkum HAM Yasonna Laoly (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Kabar seorang pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi ditangkap polisi karena kedapatan berpesta sabu telah sampai ke telinga Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly. Yasonna pun meminta pejabat tersebut disanksi berat.

"Iya sudah dilaporkan ke saya beberapa hari lalu. Saya minta diproses hukum," kata Yasonna kepada detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Yasonna bahkan telah memerintahkan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkum HAM untuk memeriksa pejabat tersebut. Dia meminta oknum itu disanksi berat.

"Saya merekomendasikan sanksi berat," ucapnya.

Dia menilai bahwa perbuatan pejabat tersebut telah mempermalukan institusi. Menurutnya, sanksi berat akan dijatuhkan usai pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkum HAM.

"Memang menurut info dia pemakai, tapi itu sangat mempermalukan institusi. (Sanksi beratnya) Kita lihat pemeriksaan Irjen," ucapnya.

Seperti diketahui, Polda Sulsel menangkap salah seorang pejabat Ditjen Imigrasi berinisial N saat berada di Makassar. Pejabat tersebut ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Informasi yang terima, beberapa waktu lalu N tengah berada di salah satu kamar hotel di Makassar berpesta sabu. Dia kemudian ditangkap pihak kepolisian.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes La Ode Aries El Fathar, mengatakan pelaku ditangkap saat tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu.

"Benar, dia (N) ditangkap pada 23 Agustus 2021 lalu, di salah satu hotel di Makassar," kata Kombes La Ode Aries dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (4/9).

Meski demikian, lanjut La Ode, pejabat Dirjen Imigrasi ini akan menjalani proses rehabilitasi, karena N hanya sebagai pengguna narkotika. Namun N terlebih dahulu akan menjalani proses asesmen.

"Dia pengguna, kita asesmen," tuturnya.

Simak penjelasan Ditjen Imigrasi di halaman selanjutnya.