Bongkar Pabrik Sabu WN Iran di Karawaci, Polisi Gandeng DEA

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 19:38 WIB
Rumah mewah di Karawaci, Tangerang dijadikan pabrik sabu oleh 2 WN Iran (dok.Polres Jakbar)
Rumah mewah di Karawaci, Tangerang, dijadikan pabrik sabu oleh dua WN Iran. (Foto: dok. Polres Jakbar)
Jakarta -

Pabrik sabu milik dua WN Iran di perumahan elite di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, dibongkar polisi. Polres Metro Jakarta Barat, yang mengungkap kasus tersebut, akan menggandeng Drug Enforcement Administration (DEA) untuk membongkar perlintasan jaringan narkoba tersebut.

"Kita akan bekerja sama dengan DEA karena ini merupakan jaringan narkoba internasional. Jadi ini merupakan sindikat internasional asal Iran," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo menjelaskan kedua pelaku ini memperoleh bahan baku untuk pembuatan sabu dari luar negeri. Jaringan ini kemudian memprosesnya kembali di Indonesia.

"Pelaku dari Iran dan bahan baku dikirim dari luar negeri. Karena itu, kami akan berkolaborasi dengan DEA," ujar Danang.

Danang menyampaikan pihaknya menggandeng DEA dalam pengembangan kasus ini guna menelusuri pola sistem jaringan internasional yang dilakukan kedua pelaku.

"Kami akan telusuri dan pelajari bagaimana pola dan sistem mereka (pelaku) bisa lolos sampai ke Indonesia bahan baku ini," ujar Danang.

Sita Sekoper Sabu di Apartemen

Sebelumnya, polisi menangkap dua WN Iran, BF (31) dan FS (31), terkait pabrik sabu di perumahan elite di Karawaci, Tangerang, Banten. Penangkapan keduanya dikembangkan hingga ditemukan sekoper sabu di sebuah apartemen di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kami mendapatkan informasi bahwa pelaku masih menyimpan barang terlarang narkoba tersebut di sebuah apartemen mewah di kawasan Cikini, Jakarta Pusat," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

Dari hasil penggeledahan di apartemen ditemukan barang bukti sekoper sabu. Sabu itu dikemas dalam lima paket besar yang jumlahnya belum disampaikan oleh polisi.

"Kami amankan narkoba jenis sabu sebanyak lima paket besar di dalam koper yang disembunyikan dalam lemari pelaku," terangnya.

Lebih lanjut Danang menjelaskan pihaknya terus melakukan pendalaman terkait hasil ungkap pabrik narkoba jaringan internasional tersebut.

(mea/mea)