Kemenhub Dukung Penerapan Gage di Puncak, Antisipasi Macet Parah Saat Weekend

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 09:50 WIB
Kendaraan menumpuk di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2020). Kepadatankendaraan tersebut diakibatkan tingginya antusias warga untuk berwisata di kawasan puncak, dan Sat Lantas Polres Bogor melakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Ilustrasi kemacetan di Puncak, Bogor (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta -

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mendukung upaya Polri dalam pemberlakuan ganjil-genap (gage) di kawasan Puncak. Sebab, Kemenhub menilai ganjil-genap salah satu cara mengurai kemacetan yang sering terjadi pada akhir pekan di kawasan Puncak.

"Kami mendukung berlakunya rencana penanganan kemacetan pada lalu lintas di jalur Puncak, Bogor. Karena, seperti yang kita ketahui, kerap kali terjadi lonjakan arus lalu lintas pada akhir pekan karena banyaknya masyarakat yang ingin berlibur saat akhir pekan maupun libur nasional ke Puncak," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi pada Sabtu (4/9/2021).

Adapun kebijakan ganjil-genap tersebut berlaku mulai Jumat (3/9) kemarin, dan berlaku setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu, serta libur nasional. Aturan ganjil-genap ini akan berlaku bagi seluruh kendaraan roda 4 dan roda 2 yang akan ke jalur Puncak.

"Kami dari Kementerian Perhubungan siap membantu Kakorlantas Polri untuk menerapkan dan mensosialisasikan ganjil-genap ini kepada masyarakat, termasuk penerbitan regulasinya nanti tentunya berasal dari Kementerian Perhubungan. Sesuai hasil rapat sebelumnya, ganjil-genap ini mulai berlaku pada Jumat, 3 September. Jadi dimohon untuk masyarakat dan petugas mengantisipasi perjalanan agar tidak terjadi kemacetan," katanya.

Budi mengatakan setiap warga yang hendak ke Puncak juga akan diperiksa status vaksinasinya. Selain itu, ganjil-genap tidak berlaku untuk sejumlah kendaraan, seperti pemadam kebakaran, ambulans atau mobil jenazah, tenaga kesehatan, mobil dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistik, serta kendaraan untuk kepentingan tertentu atau darurat sesuai diskresi petugas Polri.

Budi menilai sistem ganjil-genap ini bisa efektif untuk menekan mobilitas warga. Hal ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran Corona di kawasan tersebut.

"Kami dari Ditjen Hubdat juga secara aktif akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Korlantas Polri. Kami mendukung upaya ini juga karena seperti yang kita saksikan bahwa perlu adanya tindakan untuk meminimalkan mobilitas masyarakat dengan output penurunan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Bogor," pungkas Budi.

Simak video 'Polisi: Volume Kendaraan di Puncak Turun hingga 30% Usai Ganjil Genap':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/hri)