Syarief Hasan Minta Asrama dan Embarkasi Haji yang Rusak Diperbaiki

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 09:08 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyoroti banyaknya gedung asrama dan embarkasi haji yang mulai lapuk. Menurutnya kondisi ini memprihatinkan karena gedung asrama haji dan embarkasi haji seharusnya diperhatikan dan segera diperbaiki apabila ada kerusakan.

"Saya menyayangkan banyaknya gedung asrama dan embarkasi haji yang mulai lapuk dan tidak mendapat atensi dari pemerintah. Ini tentu sangat mengherankan sebab jemaah haji Indonesia sangatlah banyak dan membutuhkan fasilitas akomodasi yang layak," ujar Syarief dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2021).

Syarief mendorong agar pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut. Dengan begitu jemaah haji tidak bertambah kecewa. Sebab pemerintah memperhatikan kualitas akomodasi haji.


"Pemerintah harus segera memperbaiki kerusakan tersebut, agar jemaah haji tidak mengalami kekecewaan dan penderitaan berkali-kali. Setelah sebelumnya gagal diberangkatkan ke Tanah Suci, kualitas akomodasinya juga memprihatinkan," jelasnya.

Lebih lanjut Politisi Senior Partai Demokrat ini menegaskan berangkat haji adalah impian banyak umat Islam. Untuk melaksanakan niat suci ini mereka harus menunggu beberapa tahun dengan biaya yang tidak sedikit.

Ia mengatakan penundaan keberangkatan tahun ini beralasan mengingat pandemi yang belum mereda. Namun, ia menyayangkan kerusakan fasilitas yang dibiarkan.

Syarief pun mendorong pemerintah untuk berupaya agar tahun depan haji bisa kembali dibuka. Untuk itu fasilitas dan infrastruktur mesti dipersiapkan dan diperbaiki.


"Saya meminta kepada pemerintah khususnya Kementerian Agama untuk berusaha maksimal agar tahun depan calon jemaah Indonesia bisa berangkat Haji dan infrastruktur yg sudah ada secara serius diperbaiki dan mempersiapkan fasilitas akomodasi yang telah lapuk itu dipersiapkan lebih awal," terangnya.

Menurut Syarief, selain merupakan ibadah rukun Islam dan juga berhaji memiliki dimensi teologis, kultural, bahkan juga sosiologis. Di daerah, haji adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal ini dinilainya perlu dipahami oleh pengambil kebijakan agar lebih peka terhadap kondisi calon jemaah haji.

"Jangan menambah kekecewaan para calon jemaah haji berkali-kali. Kita juga pantas memberikan apresiasi yang tinggi atas ketabahan calon jemaah haji yang rela menunggu sampai dibukanya kembali keberangkatan ke Tanah Suci. Ini menunjukkan bahwa calon jemaah haji Indonesia memiliki tingkat kesabaran dan ketahanan spiritual yang tinggi," pungkasnya.

(prf/ega)