Rugikan Rp 3,6 M, Begini Konstruksi Kasus Korupsi di Perum Jasa Tirta II

ADVERTISEMENT

Rugikan Rp 3,6 M, Begini Konstruksi Kasus Korupsi di Perum Jasa Tirta II

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:27 WIB
Tersangka baru kasus korupsi eks Dirut Perum Jasa Tirta II
Tersangka baru kasus korupsi eks Dirut Perum Jasa Tirta II. (Azhar/detikcom)

Selanjutnya, Karyoto mengatakan juga ada pencantuman nama para ahli untuk digunakan di kedua perusahaan tersebut sebagai formalitas. Hal itu bertujuan memenuhi administrasi lelang dan pelaksanaan lelang, dengan cara backdated.

"Selain itu, diduga pula adanya pencantuman nama para ahli dalam kontrak pekerjaan hanya dipinjam dan dimasukkan ke dalam dokumen penawaran PT BMEC dan PT 2001 Pangripta sebagai formalitas untuk memenuhi administrasi lelang dan pelaksanaan lelang direkayasa sedemikian rupa dengan formalitas penanggalan berbagai dokumen administrasi lelang disusun secara backdated," katanya.

Seperti diketahui, Andririni Yaktiningsasi menjadi tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultansi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017. Karyoto mengatakan AY dilakukan penahanan di Rutan KPK Gedung Merah Putih selama 20 hari ke depan.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan tersangka AY selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 3 September 2021 sampai dengan 22 September 2021," ujarnya.

"Tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 di dalam lingkungan Rutan KPK," sambungnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT