Alasan Pasien Corona Denpasar Tolak Isoter: Punya Piaraan-Rumah Kosong

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:09 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai
Dewa Gede Rai (Foto: Dok. Pemkot Denpasar)
Denpasar -

Sejumlah masyarakat di Kota Denpasar, Bali, yang terjangkit COVID-19 disebut menolak menjalani isolasi terpusat (isoter). Ada berbagai alasan mereka menolak menjalani isoter, dari memiliki hewan peliharaan hingga rumahnya kosong.

"Ada beberapa alasan memang untuk berkelit saat akan diajak ke isoter. Ada yang bilang rumahnya kosong, bahkan ada yang bilang dirinya memiliki hewan piaraan," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Jumat (3/9/2021).

Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR) menjalani isoter guna mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Untuk Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar sudah disiapkan 8 tempat isolasi terpusat.

Meski ada yang menolak, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar tidak serta-merta menerima alasan tersebut. Menurut Dewa Rai, jika di rumah tersebut masih ada kerabat yang bisa merawat hewan peliharaan, yang bersangkutan akan dibawa ke isoter.

"Kalau misalnya memang sendiri, kami pertimbangkan misalnya kelayakan rumahnya, bagaimana lingkungan sekitar, apakah padat atau tidak. Jika memungkinkan baru kami izinkan dengan pengawasan dari Satgas," terangnya.



Sampai saat ini, masih ada puluhan warga yang menjalani isolasi mandiri. Kebanyakan dari mereka adalah usia lanjut dan anak-anak yang memang membutuhkan pendampingan.

"Lansia yang sudah lanjut dan membutuhkan pelayanan lebih kami izinkan isoman, begitu pula anak-anak kami izinkan," kata Dewa Rai.

Meskipun diizinkan, untuk menjalani isoman, mereka tetap diawasi satgas di masing-masing wilayah. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga diberi bantuan sembako yang disalurkan Dinas Sosial Kota Denpasar melalui desa/kelurahan.

(lir/lir)