Mursini Bantah Dakwaan Jaksa soal Beri Rp 650 Juta ke 'Pegawai' KPK

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 15:10 WIB
Mantan Bupati Kuansing, Mursini (Raja-detikcom)
Mantan Bupati Kuansing Mursini (Raja/detikcom)
Jakarta -

Pengacara mantan Bupati Kuantan Singingi Mursini, Suroto, membantah dakwaan jaksa yang menyebut kliennya memberikan uang Rp 650 juta kepada oknum pegawai KPK. Menurut Suroto, kliennya tidak mungkin memberi uang ke oknum, apalagi yang mengaku sebagai pegawai KPK.

"Jadi terkait dakwaan uang Rp 650 juta untuk oknum pegawai KPK, itu kan versi saksi, ya. Dari awal klien saya membantah dan tidak pernah memerintahkan untuk itu," kata Suroto saat dimintai konfirmasi (3/9/2021).

Suroto menyebut pada masa itu kliennya tidak sedang beperkara di KPK, sehingga sangat tidak mungkin menyetorkan dana untuk orang yang mengaku pegawai KPK.

"Klien saya juga tak ada beperkara di KPK. Jadi untuk apa harus menyetor ke KPK, itu hanya keterangan Ferdi dan Saleh," ucap Suroto.

Suroto menyebut saat ini pihaknya telah mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Suroto menyebut dakwaan jaksa kabur dan tidak jelas.

"Kalau soal eksepsi itu kalau dakwaan kabur atau tidak jelas. Artinya sulit dipahami, tapi kemarin klien kami memahami. Memahami bukan berarti 'mengamini' atau mengakui, karena sudah jelas untuk apa eksepsi," katanya.

Suroto memastikan dari awal Mursini tidak pernah mengakui tuduhan jaksa. Termasuk soal 'pegawai' KPK, Suroto meminta jaksa membuktikan dakwaan itu di sidang.

"Klien saya dari awal membantah (setoran Rp 650 juta). Terkait HP 3310 itu yang dititipkan untuk memperlancar, itu kan tidak pernah disita atau rumah digeledah karena salah satu alat komunikasinya saat itu. Ya jaksa yang harus membuktikan," tegasnya.

Dalam sidang ini, mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) di Riau, Mursini, didakwa atas dugaan korupsi Rp 7,4 miliar. Sidang dakwaan Mursini digelar di PN Tipikor Pekanbaru.

Dalam dakwaan, Mursini disebut menyetor dana kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK. Dana Rp 650 juta itu disetorkan dua kali, masing-masing Rp 500 juta dan Rp 150 juta pada 2017.

"Terdakwa memerintahkan saksi M Saleh untuk menyediakan uang Rp 500 juta untuk diserahkan kepada seseorang yang mengaku pegawai KPK," demikian ujar jaksa dalam dakwaan yang dibacakan surat dakwaan di PN Pekanbaru, Rabu (1/9).

Simak juga '17 ASN Tersangka Kasus Korupsi Bupati Probolinggo Diperiksa KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/zap)