Round-Up

Dugaan Pelecehan Seksual-Perundungan di KPI Bikin Polisi Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 08:00 WIB
Kepanjangan KPI yang Dapat Aduan Voli Berbikini di Olimpiade
Komisi Penyiaran Indonesia (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Dugaan pelecehan seksual dan perundungan di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengejutkan publik. Korban pegawai KPI diduga mendapat perundungan dan pelecehan seksual dari rekan kerja sesama pria.

Peristiwa yang menimbulkan trauma bagi korban ini terjadi sejak 2012. Dugaan perundungan dan pelecehan ini terkuak setelah surat terbuka korban yang beredar luas.

Dalam surat terbuka itu, korban mengungkapkan sejumlah aksi perundungan dan pelecehan oleh rekan kerjanya di KPI. Terparah, korban ditelanjangi dan difoto-foto oleh para terduga pelaku.

"Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi COVID-19, di mana mencari uang adalah sesuatu yang sulit. Dan lagi pula, kenapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukankah saya korban? Bukankah harusnya para pelaku yang disanksi atau dipecat sebagai tanggung jawab atas perilakunya? Saya BENAR, kenapa saya tak boleh mengatakan ini ke publik," tulis korban.

Diselidiki Polisi

Polisi merespons informasi viral tersebut dan melakukan upaya jemput bola pada Rabu (1/9) malam. Korban didampingi seorang komisioner KPI kemudian membuat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Sudah buat laporan polisi persangkaan Pasal 289 KUHP dan/atau 281 KUHP juncto Pasal 335 KUHP," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Korban melaporkan lima orang terduga pelaku, yakni RM, FP, RE, EO, dan CL. Dalam pelaporan tersebut, korban mengungkap peran kelima terlapor.

"Terlapor langsung memegang badan dan melakukan hal tidak senonoh, ini yang dilaporkan," ujar Yusri.


Panggil 5 Terlapor

Selain memeriksa korban, polisi menjadwalkan pemanggilan terhadap lima terlapor pada Senin (6/9) pekan depan.

"Untuk pemanggilan, hari Senin akan dilakukan pemanggilan," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto kepada wartawan, Kamis (2/9).

Setyo mengatakan pihaknya baru memeriksa satu saksi. Dia menyebut akan bekerja sama dengan KPI dalam menyelesaikan kasus ini.

"Untuk saksi yang diperiksa masih satu dan kita akan bekerja sama dengan KPI karena yang dilaporkan semuanya adalah pegawai dari KPI, jadi kita bekerja sama dengan KPI dan KPI pun sangat berkomitmen untuk menyelesaikan perkara ini," tuturnya.


Simak ancaman pidana bagi para pelaku, di halaman selanjutnya

Simak juga video 'Tujuh Fakta Soal Heboh Pelecehan Seksual Pegawai KPI':

[Gambas:Video 20detik]