Round-Up

Menanti Kelanjutan Skandal Bansos Corona dari Eks Anak Buah Juliari

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 07:32 WIB
Sidang kasus korupsi bansos terdakwa Matheus Joko Santoso
Sidang kasus Bansos (Foto: Zunita/detikcom)

Terungkap Deretan Perusahaan Pemberi Fee

Dalam perkara ini, terungkap juga deretan perusahaan pemberi fee yang jumlahnya jika ditotal mencapai Rp 32,4 miliar. Selain dari Harry Van Sidabukke 1,28 miliar dan Ardian Iskandar Rp 1,95 miliar, Juliari juga menerima Rp 29,252 miliar dari beberapa penyedia bansos.

Dalam pengumpulan fee yang berjumlah banyak ini, Matheus Joko di persidangan juga diberi target fee bansos oleh Juliari. Target fee bansos harus terkumpul senilai Rp 36.554.084.000, tapi setelah didiskusikan, Juliari akhirnya menargetkan Rp 35 miliar.

Namun, Joko mengatakan target Rp 35 miliar itu tidak tercapai. Sebab, ada beberapa vendor yang belum memberikan fee ke Joko.

"Waktu itu emang banyak yang belum terisi kolom-kolom terkait vendor yang belum berikan (fee). (Karena) pertama ada keterkaitan dengan akses yang bisa kita ambil karena ada perusahaan rekomendasinya dari pejabat misal dari rekomendasi Sekjen saya nggak berani pak, kemudian disampaikan Pak Adi follow up perusahaan tersebut supaya bisa penuhi kewajiban berikan fee," jelas Joko.

Joko mengatakan adapun uang yang sudah diberikan ke Juliari itu baru Rp 11,2 miliar. Joko mengatakan target itu masih kurang Rp 24 miliar lagi.

"Untuk fee yang diserahkan kepada Pak Juliari sebanyak lima kali sejumlah Rp 11,2 miliar. Ada sisa fee sebanyak Rp 2,815 miliar masih saya simpan di koper. Untuk fee operasional disampaikan Rp 4,825 miliar dan ada sisa Rp 2,9 miliar saya simpan," ungkap Joko saat itu.

Terkait dengan kesaksian di atas, jaksa dan majelis hakim menilai Adi dan Matheus Joko layak menerima JC berdasarkan SEMA Nomor 4 Tahun 2011, bunyinya sebagai berikut:

Pedoman untuk menentukan seseorang sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (Justice Collaborator) adalah sebagai berikut:
a. Yang bersangkutan merupakan salah satu pelaku tindak pidana tertentu sebagaimana dimaksud dalam SEMA ini, mengakui kejahatan yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan;
b. Jaksa penuntut umum di dalam tuntutannya menyatakan bahwa yang bersangkutan telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang sangat signifikan sehingga penyidik dan/atau penuntut umum dapat mengungkap tindak pidana dimaksud secara efektif, mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang memiliki peran lebih besar dan/atau mengembalikan aset-aset/hasil suatu tindak pidana;

Dalam sidang ini, Adi dan Joko diputus terbukti bersalah oleh majelis hakim. Adi divonis 7 tahun penjara dengan denda Rp 350 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Joko divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 450 juta subsider 6 bulan kurungan.

Joko juga diperintahkan majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1,56 miliar. Denda ini harus dibayarkan paling lama 1 bulan setelah putusan memperoleh hukum tetap.

Saat ini kinerja KPK dalam mengusut aktor lain di perkara bansos ini sangat dinantikan setelah KPK mendapat sejumlah fakta-fakta baru di persidangan. KPK juga telah mengumumkan sedang melakukan penyelidikan baru sebagai pengembangan dari perkara suap bansos Corona ini. Penyelidikan baru ini berfokus pada perkara korupsi terkait ada tidaknya kerugian keuangan negara.


(zap/dhn)