Positivity Rate Corona di DKI 6,8%, Pemprov Klaim Terendah Se-Indonesia

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 23:32 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan persentase positivity rate COVID-19 kini 6,8 persen. Pemprov DKI mengklaim angkat tersebut merupakan yang terendah se-Indonesia.

"Alhamdulillah, positivity rate spesimen di DKI Jakarta sudah mencapai 6,8% yang terendah se-Indonesia berdasar data dari Kemenkes," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Dwi menuturkan angka positivity rate itu merujuk hasil evaluasi Kementerian Kesehatan per 31 Agustus 2021. Sebagai informasi, positivity rate merupakan perbandingan jumlah kasus positif COVID-19 dengan kegiatan tes Corona yang dilakukan. Khusus di Jakarta, Dwi mengatakan saat ini kapasitas tes PCR mencapai 252,67% atau 2,5 kali standar testing di masa PPKM level 3.

"Tracing ratio yang sebesar 6,7 juga sudah cukup baik. Karena artinya dari 1 kasus positif, dilakukan tes PCR 6-7 orang kontak erat. Tracing ratio pun akan terus kami tingkatkan agar bisa di atas 10 sesuai dengan target dari Kemenkes yang ada di laporan SILACAK," jelasnya.

Selain itu, Dinkes DKI Jakarta melatih petugas testing dan tracing di seluruh wilayah Ibu Kota untuk memasukkan data secara rapi ke aplikasi SILACAK. Hal ini diupayakan demi memperkuat penelusuran kontak. Meskipun pada praktiknya, petugas kerap menemukan sejumlah kendala ketika mendata warga.

"Karena 1 orang ini bisa menjadi kontak erat beberapa orang dalam beberapa periode namun tidak dapat dimasukkan kembali ke sistem SILACAK. Untuk itu, kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengatasi ini," ujarnya.

Pemprov DKI juga akan berupaya menekan laju penularan COVID-19 di Ibu Kota. Salah satunya melalui vaksinasi COVID-19.

"Data-data yang ada menunjukkan capaian DKI Jakarta dalam menangani pandemi sudah menunjukkan tren penurunan kasus. Namun, kita tidak boleh lengah dan tetap harus waspada," imbuhnya.

"Pemprov DKI akan terus me-monitoring kondisi pandemi di DKI Jakarta serta memperkuat 3T dan gencar melakukan vaksinasi supaya kekebalan komunal di DKI bisa terbentuk secara optimal. Dan kita semua juga tetap harus menjalankan protokol kesehatan," sambungnya.

Merujuk data Pemprov DKI per hari ini, penambahan kasus harian positif COVID-19 saat ini sebanyak 430 orang. Jika diakumulasikan, sebanyak 851.686 orang terinfeksi virus Corona sepanjang pandemi COVID-19.

(idn/idn)