Kematian-Positivity Rate Turun, Testing Rate Capai 2,87/1.000 Penduduk

Eqqi Syahputra - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 17:05 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Angka penambahan kasus, positivity rate, serta angka kematian COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi hal tersebut dapat tercapai berkat gencarnya program vaksinasi yang telah mencapai angka 100 juta suntikan.

Dalam lingkup nasional, angka penurunan jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 25% dibandingkan pekan sebelumnya. Tak jauh berbeda, angka kematian COVID-19 juga tercatat menurun sebesar 37%. Hal tersebut juga didukung dengan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang terus berkurang di kisaran angka 24% secara nasional.

"Melalui segala upaya untuk terus meningkatkan testing, Indonesia berhasil mencapai testing rate 2,87 per 1.000 penduduk per minggu. Hampir 3 kali lipat dari standar WHO," ujar dr Nadia dalam keterangan tertulis Kamis (2/9/2021).

dr Nadia mengatakan peningkatan kapasitas testing tersebut sejalan dengan tingkat positivity rate yang terus menurun, hingga mencapai 10,36% per akhir Agustus 2021. Ia juga menyampaikan seluruh angka penurunan tersebut tak lepas dari gencarnya program vaksinasi di Indonesia. Berkat program vaksinasi, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dalam hal jumlah warga yang telah divaksinasi. Sementara itu, berdasarkan total dosis suntikan vaksin COVID-19, Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia.

Selain itu, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Reisa Broto Asmoro, menyampaikan pemerintah tidak akan mengendurkan percepatan program vaksinasi yang dijalankan di Indonesia. Pemerintah juga akan terus mengupayakan ketersediaan vaksin agar makin banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dari wabah ini.

Langkah terbaru yang dilakukan pemerintah adalah mendatangkan lebih dari 500.000 dosis vaksin AstraZeneca. Dengan tambahan vaksin ini, Indonesia kini memiliki ketersediaan vaksin lebih dari 218,5 juta dosis dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi.

dr Reisa juga menyampaikan pentingnya penanganan pandemi melalui kesadaran dan fasilitas teknologi yang ada. "Seperti diutarakan oleh Bapak Menteri Kesehatan, penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi akan menjadi salah satu kunci penanganan pandemi," ujar dr Reisa.

(prf/ega)