Keluarga Pasien COVID Keluhkan Tagihan Rp 448 Juta, RS di Medan Buka Suara

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 17:11 WIB
Konferensi pers di RS Columbia Asia (Arfah-detikcom)
Konferensi pers di RS Columbia Asia (Arfah/detikcom)
Medan -

Keluarga pasien positif Corona di RS Columbia Asia, Medan, mengeluhkan tagihan biaya perawatan selama 22 hari mencapai Rp 448 juta. Pihak RS Columbia Asia memberi penjelasan.

Paman pasien, Penggeng Harahap, mengatakan awalnya pasien masuk ke RS Columbia Asia pada 27 Juli 2021. Pasien bernama Anjelina Siregar masuk dengan gejala demam dan batuk berdarah.

"Batuk, demam tinggi. Dilarikan dari kampung kemari (RS Columbia Asia). Masuk tanggal 27 Juli dan diperiksa langsung positif (virus Corona)," ucap Penggeng kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

Penggeng mengatakan RS memberikan pilihan untuk memilih pembayaran medis. Mereka memilih membayar secara mandiri.

Namun, setelah dinyatakan positif Corona, Penggeng mengatakan pihaknya tidak lagi diberi pilihan pembayaran. Mereka juga tidak mencoba untuk memindahkan pasien karena situasi pasien yang kritis.

"Karena sudah duluan di sana dibawa dan tawaran dari rumah sakit juga nggak ada. Mungkin gara-gara dari kampung ya, yang mana yang bagus ke sini saja. Setelah positif dari rumah sakit juga nggak ada ngasih. Gara-gara kondisi pasien juga sudah parah, sampai masuk ICU, sampai meninggal," tuturnya.

Setelah mendapatkan perawatan, kata Penggeng, pasien kemudian meninggal. Setelah itu, keluarga mendapatkan tagihan Rp 448 juta selama perawatan di rumah sakit.

"Rp 448 juta lebih. Setelah kita naik berita, dan pertemuan dengan orang itu terjadi perubahan angka. Jadi yang utang kami itu Rp 87 juta sekian dan di-charge-kan ke pemerintah itu Rp 368 juta. Itu yang di-charge-kan ke negara. Rp 87 juta ini layanan nonmedis, kata orang itu," ucap Penggeng.

RS Columbia Asia Buka Suara

RS Columbia Asia mengatakan pihaknya telah memberikan pilihan soal pembiayaan saat pasien pertama kali masuk ke RS. Keluarga, kata pihak RS, memilih melakukan pembayaran mandiri.

"Kami di Rumah Sakit Columbia menerima segala bentuk pembayaran pasien COVID-19. Pasien memilih, kita hanya mengakomodasi. Pasien datang bersedia membayar pribadi," ucap GM RS Columbia Asia Medan, Deny Hidayat.