Saya Merasa Tertipu Penambang Kripto yang Berkantor di Belanda, Harus Gimana?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 08:40 WIB
Alvon Kurnia Palma
Alvon Kurnia Palma (dok. detikcom)
Jakarta -

Digital membuat dunia menjadi hanya segenggam smartphone, termasuk dalam dunia keuangan. Salah satunya bisnis kripto. Namun bagaimana bila terjadi sengketa dan perusahaan yang bermasalah di luar negeri?

Pertanyaan di atas menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate berikut ini:

Salam sejahtera redaksi@detik.com, saya ingin menanyakan ke mana kiranya saya bisa mengadukan kasus penipuan investasi mata uang kripto di platform perusahaan investasi luar negeri.

Tiga bulan yang lalu saya mencoba berinvestasi mata uang kripto karena ajakan dari teman yang tiba-tiba muncul di Telegram. Ketika saya berinvestasi dengan jumlah kecil, saya dapat melakukan penarikan tanpa masalah. Maka dengan pengalaman tersebut saya meyakinkan diri bahwa perusahaan tersebut bukan penipuan.

Maka saya beranikan untuk berinvestasi dengan jumlah yang lebih besar sekitar USD 200 yang dikonversikan ke dalam bitcoin. Setelah 3 bulan maka modal saya yang USD 200 bertambah menjadi sekitar USD 900.

Saat itulah saya ingin mencoba melakukan penarikan, dan ternyata tidak bisa dengan alasan saya tidak pernah melakukan top up deposit. Jika penarikan ingin berhasil maka saya diharuskan membayar USD 230. Maka saya bayarlah biaya tersebut. Kemudian saya mendapatkan email yang isinya uang penarikan saya sudah dikirimkan ke alamat dompet digital saya.

Maka saya cek di dompet digital saya tetapi tidak ada uang masuk. Saya coba hubungi adminnya, dan dia bilang uang saya stuck di udara.

Lagi-lagi saya diharuskan membayar USD 137 sebagai congestion fee (biaya kemacetan), maka saya bayar lah USD 137 lagi dan lagi-lagi uang saya belum kunjung saya terima. Dan ada email pemberitahuan bahwa saya harus membayar pajak pemerintah setempat (Belanda) sebesar 15% dari jumlah penarikan saya.

Saya sudah mulai merasa ditipu saat itu, maka saya mencoba menarik sebesar USD 140 dan saya membayar USD 22 sebagai pajak 15% seperti apa yang diperintahkan di email yang mereka kirim.

Untuk kesekian kalinya mereka beralasan lagi dan meralat isi email yang sudah dikirimkan, mereka mengganti kalimat bahwa saya harus membayar pajak 15% bukan dari jumlah penarikan melainkan dari jumlah total saldo yang ada dalam akun saya.

Saldo saya saat itu USD 1500 maka saya diharuskan membayar pajak USD 225. Di sinilah saya merasa yakin bahwa saya memang sedang ditipu mentah- mentah. Saya mencoba beradu argumen tetapi tidak membuahkan hasil. Dan hingga saat ini masalah ini masih menggantung.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah memang ada pajak yg dikenakan pemerintah Belanda mengenai ini. Saya mencoba mencari tahu tetapi belum menemukan titik terang.

Sekian surat pengaduan dari saya.

Terimakasih

Lihat juga video 'Nasehat Buat Sangkuters Kripto Sebelum Cut Loss':

[Gambas:Video 20detik]