Begini Modus Operandi Penipu Artis yang Catut Nama Jokowi

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 17:15 WIB
Pelaku penipuan artis Fahri Azmi ditangkap
Pelaku penipuan artis Fahri Azmi yang mencatut nama Jokowi ditangkap. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi mengatakan modus penipuan yang dilakukan AH, pria yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), kepada artis Fahri Azmi adalah dengan mengarang cerita adiknya terjerat kasus narkoba dan memerlukan uang Rp 450 juta. Pelaku bercerita harus mengirim uang sebesar itu, kendati terkendala limit transfer harian, sehingga meminjam uang kepada Fahri.

"Pihak korban berkenalan dengan tersangka pada pesta ulang tahun bulan Juni yang lalu. Mereka saling berkomunikasi dan bertemu di wilayah Lombok," ucap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat rilis di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (31/8/2021).

"Di situ tersangka menyampaikan pada saat dia setelah selesai menerima telepon degan seseorang, dia mengatakan bahwa adiknya sedang kena kasus narkoba dan lain sebagainya," sambung Ady.

Penipu yang mencatut nama Jokowi ini mengungkapkan kepada Fahri soal dirinya sudah mengirimkan uang Rp 200 juta, ditambah saudaranya mengirimkan Rp 150 juta untuk menyelesaikan permasalahan hukum adiknya. Lalu AH memberi tahu Fahri uang untuk menyelesaikan perkara kurang Rp 50 juta.

"Dia (mengaku) butuh Rp 450 juta. Tapi dia sudah kirimkan Rp 200 juta, ditambah lagi dari saudaranya Rp 150 juta. Jadi kurang Rp 50 juta," jelas Ady.

Fahri, yang percaya pada AH, lalu meminjamkan uang. Peminjaman dilakukan lewat transfer bank.

"Jadi dia menyampaikan jumlah besarnya dulu. Dia juga menyampaikan transaksi di ATM-nya sudah limit. Jadi dia butuh Rp 50 juta dan pinjam ke korban Rp 50 juta," terang Ady.

"Lalu korban meminjamkan uangnya dengan cara transfer. Kemudian dengan hal yang sama juga, dia pinjam lagi sebesar Rp 25 juta. Yang akhirnya dijanjikan diganti tapi tidak diganti-ganti oleh Tersangka," tambah Ady.

Ady juga mengungkapkan alasan korban tak menduga AH penipu karena saat keduanya berkenalan, AH mengaku dokter spesialis onkologi. Fahri semakin percaya karena melihat status pekerjaan dokter pada KTP AH.

"Yang bersangkutan ini mencitrakan dirinya sebagai orang penting, ini cukup meyakinkan. Di KTP yang bersangkutan tertulis bahwa yang bersangkutan adalah seorang dokter spesialis onkologi, padahal yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan," tutur Ady.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.