Ombudsman Periksa Sekda Sumbar soal Surat Minta Sumbangan, Apa Hasilnya?

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 16:03 WIB
Surat sumbangan untuk penerbitan buku yang Gubernur Sumbar  (Jeka Kampai/detikcom)
Surat permohonan sumbangan untuk penerbitan buku yang ada tanda tangan Gubernur Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Ombudsman Sumatera Barat (Sumbar) memeriksa Sekda Sumbar Hansastri Matondang terkait surat permintaan sumbangan yang diteken Gubernur Sumbar Mahyeldi. Apa hasilnya?

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Yefri Heriani mengatakan Hansastri dinilai lebih mengetahui asal muasal surat tersebut. Hansastri menjabat Kepala Bappeda Sumatera Barat, instansi yang mengeluarkan surat menghebohkan tersebut, sebelum diangkat menjadi Sekda.

Hansastri datang ke kantor Ombudsman di Padang pada Senin (30/8/2021). Dia datang bersama Asisten Pemerintahan Devi Kurnia dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Sumbar Kuartini Deti Putri.

"Kita sudah minta keterangan kepada Pemprov. Sekda yang datang ke sini bersama Asisten pemerintahan dan Plt Kepala Bappeda. Kita memang mengharapkan Sekda yang datang, karena beliau yang lebih tahu," kata Yefri saat dimintai konfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Yefri mengatakan permintaan keterangan berjalan lancar. Yefri mengatakan informasi yang disampaikan Sekda dan timnya merupakan hal yang ditunggu Ombudsman.

"Kita mengapresiasi bahwa mereka (Pemprov) mau datang memenuhi undangan kita. Sekda menyampaikan rasa nyaman, sudah menyampaikannya kepada kami. Lumayanlah penjelasannya," ucapnya.

Meski demikian, dia masih enggan menjelaskan materi apa saja yang ditanyakan kepada Sekda Sumbar. Dia mengatakan laporan lengkap segera disusun.

"Mudah-mudahan teman di Ombudsman bisa menyelesaikannya cepat. Sabarlah sekejap saja, agar kita bisa lebih komprehensif dalam menyampaikannya kepada kawan-kawan. Biar kita tuliskan secara terstruktur dulu," tutur Yefri.

Awal Mula Kasus Surat Permintaan Gubernur Sumbar

Surat yang menjadi polemik itu bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 tentang Penerbitan Profil dan Potensi Provinsi Sumatera Barat.

"Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi, dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku profil 'Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan' dalam versi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy," demikian tertulis dalam surat tersebut seperti dilihat detikcom.

"Diharapkan kesediaan Saudara untuk dapat berpartisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku tersebut," lanjut surat yang juga dibubuhi stempel resmi Gubernur Sumbar.

Polisi sebenarnya sempat mengamankan lima orang yang membawa surat permintaan sumbangan ini karena diduga melakukan penipuan. Namun belakangan, surat ini ternyata asli. Polisi mengungkap ada duit Rp 170 juta yang telah terkumpul dan masuk ke rekening pribadi, namun tak menyebut rekening siapa.

Mahyeldi telah buka suara. Dia menyerahkan penjelasan soal surat tersebut kepada Sekda.

"Itu kan administrasi ya, administrasi di Sekda, Sekretaris," ucap Mahyeldi saat ditemui setelah melayat ke rumah duka Elly Kasim di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/8).

(haf/haf)