Wanita ODGJ Diperkosa di Lampung Terekam Kamera, Pelaku Belum Tertangkap

Antara - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 15:24 WIB
Poster
Ilustrasi Pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Bandar Lampung -

Seorang wanita yang disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diduga diperkosa. Pelaku pemerkosaan belum juga tertangkap meski kasus ini sudah bergulir sejak bulan lalu.

Dilansir dari Antara, Selasa (31/8/2021), peristiwa dugaan pemerkosaan ODGJ di Bandar Lampung terjadi di Tugu Durian, Jalan Raden Imba Kusuma, Tanjungkarang Barat. Peristiwa itu terekam kamera tilang elektronik pada Jumat (11/6).

Aktivis perempuan dan anak di Lampung sempat mendesak agar polisi bergerak cepat mengusut kasus ini. Apalagi ada informasi korban juga pernah diperkosa sebelumnya hingga hamil.

Polresta Bandar Lampung menegaskan polisi sudah melakukan proses hukum dan mengetahui identitas pelaku. Polisi masih memburu pelaku.

Kasus Disorot Anggota DPR

Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari, ikut menyoroti kasus ini. Dia mengatakan kasus pemerkosaan terhadap ODGJ tersebut harus terungkap sebagai bentuk perlindungan negara kepada semua warga.

"Saya langsung memberikan perhatian terhadap kasus ini, karena hal ini penting dan memberikan pelajaran buat kita semua karena di sinilah pentingnya kehadiran sebuah negara dalam melindungi ODGJ," kata Taufik Basari dalam diskusi virtual 'Pemerkosaan Perempuan ODGJ Tidak Diusut' yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Kamis (26/8).

Taufik mengatakan negara harus hadir dalam memberikan pendampingan, perlindungan, perawatan, pemulihan dan penegakan hukum terhadap korban. Dia juga meminta Pemkot Bandar Lampung turun tangan memberi pendampingan.

"Negara di sini dalam artian luas dimana dalam penegakan hukum itu tugas dan fungsi dari Polresta Bandar Lampung dan dalam perlindungannya, pendampingan, dan pemulihan serta perawatan terhadap korban itu ada di pemda khusus di sini adalah Pemkot Bandar Lampung," kata dia lagi.

"Apalagi ini yang menjadi korban adalah ODGJ, sehingga tanggung jawab pemkot dalam hal ini menjadi dobel. Seharusnya pemkot, dalam hal ini Dinas Sosial, aktif mencari tahu siapa ODGJ ini, keluarganya siapa, dan lainnya, bisa berkoordinasi dengan polisi dalam mencari informasinya," sambungnya.

Dia mengatakan Dinsos atau instansi terkait tidak perlu menunggu proses hukum berjalan untuk memberikan perhatian, pendampingan, perawatan, serta pemulihan terhadap korban pemerkosaan.

"Karena kan mungkin pelaku sudah kabur atau masih dalam proses penangkapan. Jadi kewajiban pemulihan, pendampingan serta lainnya harus dilakukan saat informasi didapatkan, bukan menunggu proses hukum berjalan," katanya lagi.

Dia turut mengapresiasi Polresta Bandar Lampung yang menurutnya terbuka memberi penjelasan soal kasus ini. Dia berharap pelaku segera ditangkap.

"Tadi sudah dijelaskan oleh Wakapolresta Bandar Lampung orang yang diduga pelaku telah diidentifikasi, meski belum dapat ditangkap pelakunya mungkin juga polisi butuh waktu, saya harap kasus ini tetap dilanjutkan dan ditangani secara profesional," ujarnya.

Lihat juga Video: Dua Anak Jadi Korban Penculikan dan Pemerkosaan Pria di Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]




(haf/idh)