Menag Kebut Seleksi Imam untuk Masjid UEA Sebelum Kunjungan Jokowi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 16:09 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok. Kemenag).
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut Kemenag membuka seleksi imam masjid dari Indonesia untuk Uni Emirat Arab atau UEA. Menag Yaqut mengejar target ratusan imam masjid asal Indonesia sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke UEA.

Hal itu sampaikan oleh Menag Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII, Senin (30/8/2021). Imam masjid ini merupakan kerja sama hubungan Indonesia dengan UEA.

"Terkait isu seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab, perlu kami laporkan bahwa pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab sekaligus akan menjadi duta Indonesia di Uni Emirat Arab, ini terus kita kebut dan target tahun ini bisa tercapai 100 imam untuk masjid-masjid di Uni Emirat Arab dari Indonesia," kata Menag Yaqut.

Seleksi imam masjid untuk UEA ini memang diakui Menag Yaqut berjalan cukup lambat. Menag Yaqut menjelaskan bahwa lambatnya seleksi terjadi karena syarat untuk menjadi imam masjid UEA cukup berat.

"Memang agak lambat, karena Uni Emirat Arab mempersyaratkan tiga syarat utama yang menurut kami sangat berat, ketua dan para anggota yang saya hormati. Yaitu, harus hafal Quran, kemudian bisa berbahasa Arab, dan qori, nah mencari perpaduan tiga hal ini sangat sulit," ujarnya.

Tahun ini, target yang dikebut Menag Yaqut adalah 100 imam masjid untuk UEA. Harapannya, sebelum Presiden Jokowi ke UEA pada November nanti sudah tercapai target 100 imam masjid tahun ini.

"Tapi kita akan terus berusaha sampai, per hari ini terjaring 33 imam, dari 200 target yang diminta. Tahun ini mereka minta 100, tahun depan 100, itu sedang kita kejar supaya sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab yang direncanakan November target 100 ini bisa dipenuhi," ucapnya.

Menag Yaqut membuka selebar-lebarnya bagi WNI yang tertarik untuk menjadi imam masjid UEA. Namun, perlu memenuhi tiga syarat utama yang disebutkan di atas.

"Oleh karena itu, tentu dorongan dan bantuan dari bapak-ibu sekalian, siapa tahu ada di antara saudara, tetangga, atau siapa kita ini yang memenuhi ketiga kriteria itu bisa kita dorong menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab," imbuhnya.

Seleksi imam masjid Indonesia untuk UEA ini mendapatkan respons positif dari Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto. Menurut Yandri, imam masjid UEA ini cukup menarik untuk diikuti oleh para warga yang minat.

(rfs/gbr)